Dia menyarankan agar personil TRC ditambah, dan dibagi menjadi tiga wilayah dengan total ideal 12 orang personil. "Rekrutmen dilakukan dengan memprioritaskan orang-orang yang memiliki keahlian khusus," ucapnya.
Dicky juga menyarankan agar tersedis seragam khusus personel TRC dan LK3. "Merancang seragam baru yang khas, dan terpisah antara TRC dan LK3, guna meningkatkan identitas dan profesionalisme petugas," katanya.
Dia juga meminta tempat rumah singgah PPKS diperbaharui agar lebih layak dan nyaman. "Hindari penggunaan ruko yang kurang memadai. Serta optimalisasi dalam penggunaan kendaraan operasional untuk memastikan respon cepat dan efisien dalam situasi darurat," ucapnya.
Dicky juga menekankan pentingnya kehadiran TRC di masyarakat setiap hari, mengingat bencana sosial dapat terjadi kapan saja.
"Selain itu sosialisasi LK3 agar dilakukan secara lebih masif ke masyarakat, untuk memastikan bahwa layanan yang ada dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin orang yang membutuhkan," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dicky berbagi pengalaman pribadi saat menjabat Kepala Dinas Sosial Jawa Barat tahun 2018.
"Saya merasa tetap jadi bagian dari keluarga besar Dinas Sosial, saya paham betul dinamika dunia sosial. Ketersediaan pelayanan sosial 24 jam 7 hari sangat penting, karena masalah sosial dapat terjadi setiap saat," bebernya.
Kepala Dinsos Kota Cimahi Ahmad Saefulloh menyatakan, Pj. Wali Kota Cimahi berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan sosial di Kota Cimahi. Serta menjadikan masyarakat yang membutuhkan sebagai prioritas utama.
"Diharapkan dengan perubahan-perubahan yang diusulkan, pelayanan sosial di Kota Cimahi akan semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya," tuturnya.**