Loading...

Disdik Kota Cimahi Minta Outing Class Tak Dilakukan ke Daerah Jarak Jauh

Rano Hardiana 17 Mei 2024 1884 kali dilihat
Bagikan:
NotFound
CIMAHI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi akan memperketat izin bagi sekolah yang melaksanakan study tour atau outing class. Selain itu, sekolah disarankan memilih tujuan study tour-nya tidak terlalu jauh.

"Yang penting keamanan dan keselamatan para peserta didik, serta semua orang yang utama. Kita sih mengharapkan kegiatan outing itu yang dekat-dekat saja. Tapi, mau dekat ataupun jauh tetap kita perketat persyaratannya," imbuh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi Heni Tishaeni, Senin (13/5/2024).

Seperti diketahui kecelakaan maut bus Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana asal Depok pada Sabtu (11/5/2024) menewaskan 11 orang. Kecelakaan itu diduga dikarenakan sistem pengereman yang tidak berfungsi.

Heni mengatakan, insiden tersebut tentunya menjadi perhatian pihaknya. Dinas Pendidikan Kota Cimahi sudah menerima surat edaran dari Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin terkait pelaksanaan study tour usai insiden yang merenggut nyawa siswa di Subang.

"Termasuk itu kan jadi pelajaran, cek kondisi kendaraan. Sebetulnya, dari internalnya mah aman, tapi dari sekolah kan gak tahu harus ngecek busnya seperti apa, izin busnya seperti apa," ujar Heni.

Dirinya mengatakan, secepatnya pihaknya akan melakukan pembahasan lagi terkait perizinan pelaksanaan study tour. Bekerjasama dengan dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan ramp check, kata Heni, akan menjadi bahan pembahasan pihaknya.

"Tapi, sebelum-sebelumnya kita yang sudah pergi yang kita izinkan itu memang ketat izinnya. Mulai dari orang tua, kesepakatan antara komite dengan sekolah. Kita minta menyertakan surat pernyataan persetujuan orang tua untuk setiap anak yang akan pergi," katanya.

Selain itu, lanjut Heni, pihaknya mempertimbangkan hasil ramp check untuk menjadi syarat bagi bus yang akan digunakan dalam kegiatan study tour atau outing class siswa. Ramp check atau pemeriksaan kelaikan bus dilakukan dengan menggandeng Dinas Perhubungan.

Ramp check bagi bus yang akan digunakan siswa untuk kegiatan outing class dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan seperti yang terjadi pada rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Jalan Raya Ciater, Subang.

"Itu bisa dipertimbangkan (ramp check) mungkin bisa jadi bahasan, jadi harus kendaraan laik jalan. Kalau gak laik gak bisa pergi," kata Heni.***