CIMAHI.- Sebanyak 18 ribu rumah atau sekitar 14 persen dari total sekitar 124 ribu rumah tangga di Kota Cimahi tercatat belum memiliki sarana sanitasi yang aman dan laik. Pemkot Cimahi pun terus berupaya untuk mengikis permasalahan tersebut.
"Tadi dari yang kita lihat laporannya, dari 124 ribu rumah tangga yang di Cimahi itu tercatat 18 ribunya belum memiliki kategori MCK yang laik dan aman. Artinya itu kurang lebih 14% belum memiliki sarana sanitasi kategori aman dan laik," ungkap Pj. Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, Kamis (19/12/2024).
Untuk mengentaskan masalah sanitasi itu, Pemkot Cimahi pun mendapat sokongan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 untuk pembangunan IPAL komunal melalui program Skala Permukiman dan Tangki Septik Individual Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS).
"SANIMAS ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi seluruh warga masyarakat. Program ini berhasil mengintervensi 761 rumah tangga melalui pembangunan IPAL komunal maupun tangki septik di wilayah Kota Cimahi," ujar dia.
Dicky menjelaskan, pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Cimahi dalam meningkatkan kualitas sanitasi di seluruh wilayah Kota Cimahi. Pembangunan infrastruktur sanitasi yang terdiri dari pembangunan IPAL Skala Permukiman dan Tangki Septik Individual ini sangat penting untuk menanggulangi permasalahan sanitasi yang seringkali menjadi tantangan di permukiman padat penduduk.
Dicky menambahkan dengan adanya fasilitas sanitasi yang lebih baik, diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan. "Air limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan, seperti diare dan penyakit menular lainnya," imbuhnya.