Loading...

SiBesti Kembali Hadir di Tahun 2025, Upaya Pemkot Cimahi Kendalikan Inflasi

Rano Hardiana 31 Januari 2025 993 kali dilihat
Bagikan:
SiBesti Kembali Hadir di Tahun 2025, Upaya Pemkot Cimahi Kendalikan Inflasi
CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi kembali menyelenggarakan program Siapkan Beras untuk Masyarakat Cimahi (SiBesti) di tahun 2025. Program tersebut membantu masyarakat mendapat beras dengan harga murah sekaligus upaya pengendalian inflasi daerah.

Simbolis penyaluran SiBesti digelar di pelataran gedung Cimahi Techno Park Jalan Baros Kota Cimahi, Kamis (30/1/2025). Disiapkan beras SPHP dari Bulog kemasan 5 kg dengan harga terjangkau yang disalurkan melalui 15 kelurahan se-Kota Cimahi.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi Indra Bagjana mengatakan, program SiBesti kembali digulirkan di tahun 2025 melihat animo masyarakat. "Kegiatan SiBesti digelar setiap hari Kamis pada akhir bulan," ujarnya.

Pada bulan Januari, kuota Kota Cimahi sebanyak 36,5 ton. "Rata-rata per kelurahan kurang lebih 2 ton," ucapnya.

Harga beras SPHP pada program SiBesti terjangkau oleh masyarakat. Untuk beras medium dibanderol seharga Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 untuk 5 kilogram. "Jadi masyarakat dapat harga lebih murah," ucapnya.

Perwakilan kelurahan melakukan pembelian secara kolektif beras untuk disalurkan kepada masyarakat sesuai pesanan. "Sasarannya seluruh warga Cimahi yang dikoordinir oleh kelurahan. Pembelinya beda-beda setiap bulan tergantung pesanan. Program ini modifikasi dari operasi pasar murah, biasanya warga antre hingga panjang. Nah kita atur agar beras kirim ke kelurahan dan warga tinggal ambil sesuai orderan masing-masing," imbuhnya.

Menurut dia, sejauh ini pendistribusian beras lancar. "Biaya angkut difasilitasi APBD Kota Cimahi untuk 2 ton/kelurahan, kalau ada orderan lebih dari itu, maka dibantu pihak kelurahan untuk pengangkutan dengan kendaraan dinas lurah maupun mobil siaga untuk angkut beras," tambahnya.

Pihaknya memastikan stok beras dipastikan aman dan mencukupi. "Sibesti digelar tidak menunggu fenomena bersifat negatif sebagai intervensi, tapi rutin dilaksanakan. Harapannya, lewat program ini menjadi bagian dari pengendalian inflasi. Kota Cimahi pernah mengalami inflasi dipicu tingginya harga beras walaupun itu fenomena nasional, namun kita jawab dengan program SiBesti," pungkasnya.***