Loading...

Disdik Kota Cimahi Gelar Kick Off SPMB Tahun Ajaran 2025-2026

Rano Hardiana 16 Mei 2025 5098 kali dilihat
Bagikan:
Disdik Kota Cimahi Gelar Kick Off SPMB Tahun Ajaran 2025-2026

CIMAHI.- Dinas Pendidikan Kota Cimahi menggelar acara Kick Off Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025/2026 berlangsung di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Jalan Aruman Kota Cimahi, Rabu (14/5/2025). Sosialisasi rangkaian SPMB perlu dilakukan agar masyarakat memahami tahapan hingga persyaratan yang harus ditempuh.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pelaksanaan SPMB bukan sekadar agenda rutin tahunan melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang adil, inklusif, dan bebas diskriminasi. "SPMB tahun ini adalah langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bermutu bagi seluruh warga Cimahi tanpa terkecuali," ujarnya.

Sistem SPMB Kota Cimahi 2025 mengadopsi empat jalur penerimaan, yaitu domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui portal resmi, sebagai upaya mendorong transparansi dan menghindari potensi praktik pungutan liar (pungli). 

"Segala bentuk pungutan dalam proses penerimaan murid baru dilarang keras. Saya minta masyarakat turut aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan pelanggaran," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penandatanganan Kesepakatan lintas sektor sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan Forkopimda untuk mengawal integritas pelaksanaan SPMB Kota Cimahi. Acara tersebut juga diisi materi dari narasumber Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat.

Pemkot Cimahi juga menugaskan camat, lurah, serta komite sekolah agar aktif menyosialisasikan informasi teknis kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan.

"SPMB menggantikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang berlaku tahun ajaran sebelumnya, dulu pakai zonasi dan sekarang jadi domisili ditambah jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi. Harus disosialisasikan dengan baik termasuk oleh Camat dan Lurah serta komite, jangan sampai muncul ketidakadilan dan memunculkan ketidakpuasan masyarakat," ungkapnya.

Dengan sistem yang semakin inklusif dan berbasis teknologi, Pemerintah Kota Cimahi berharap dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan serta menurunkan angka putus sekolah secara signifikan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna dalam laporannya menyebutkan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen Dinas Pendidikan Kota Cimahi dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.**