Loading...

Pengenalan Microlearning sebagai Pendukung Kurikulum Dorong Inovasi Pembelajaran Tingkat PAUD Kota Cimahi

Rano Hardiana 08 Agustus 2025 690 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan sosialisasi pemanfaatan microlearning sebagai media inovatif dalam implementasi kurikulum di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi Jalan Aruman Kota Cimahi.

Melalui sosialisasi ini, para guru PAUD diperkenalkan pada penggunaan microlearning sebagai pendukung pemahaman kurikulum yang seragam dan praktis.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Cimahi Ngatiyana. Turut dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan, kepala satuan pendidikan PAUD dan TK, serta ratusan guru dan tenaga pendidik PAUD dari seluruh wilayah Cimahi. 

Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan pentingnya pendidikan usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter, budaya, dan kecakapan sosial anak. Dia menyoroti masih rendahnya capaian kualitas proses pembelajaran di beberapa satuan PAUD berdasarkan Rapor Pendidikan Kota Cimahi tahun 2025. 

"Masih banyak guru yang mengalami miskonsepsi dalam menerapkan kurikulum akibat keterbatasan pemahaman, kurangnya pelatihan adaptif, dan minimnya media pembelajaran yang efektif," ujarnya. 

Sebagai solusi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi menggagas pemanfaatan microlearning. Yaitu, suatu pendekatan berbasis teknologi yang menyajikan materi pembelajaran secara singkat, fokus, dan mudah diakses secara daring. 
Platform microlearning dikembangkan melalui Google Site, berisi video pendek, infografis, audio, dan modul interaktif yang disusun secara tematik dan kontekstual. Model awal yang dikembangkan saat ini fokus pada kurikulum muatan lokal PAUD sebagai tindak lanjut dari Perda Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2021. 

Ngatiyana berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju peningkatan mutu PAUD di Cimahi. 

"PAUD adalah investasi masa depan. Kami berkomitmen terus mendukung kualitasnya, mulai dari fasilitas, tenaga pendidik, hingga inovasi pembelajaran. Mari wujudkan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan," tuturnya.**