Loading...

Cimahi Gelar Pekan Kebudayaan Daerah 2025, Hidupkan Kembali Warisan Seni dan Tradisi Lokal

Riva Adam Puteri 23 September 2025 507 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025 di kawasan Ekowisata Cimenteng, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (20/9). Kegiatan yang menjadi acara tahunan ini diselenggarakan untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal, dengan tujuan menyatukan masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya kota. Gelaran ini juga merupakan wadah untuk mewujudkan serta menyediakan ruang bagi apresiasi, ekspresi, dan kreasi seni dan budaya yang beragam, serta mendukung terciptanya interaksi budaya yang inklusif.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa kebudayaan adalah identitas bangsa yang harus dijaga di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, melestarikan budaya merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud cinta tanah air.

“Kita harus menghidupkan kembali budaya yang ada di Cimahi, mulai dari seni tari, musik, melukis, aksara Sunda, hingga seni pedalangan. Melestarikan budaya berarti menjaga jati diri bangsa agar tidak hilang ditelan zaman,” kata Ngatiyana.

Ngatiyana berharap Pekan Kebudayaan Daerah dapat menjadi agenda tahunan berkelanjutan. “Budaya adalah kekuatan kita. Melalui kegiatan ini, kita ingin generasi muda bangga pada identitasnya dan masyarakat semakin mencintai budayanya sendiri,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan upaya konkret Pemkot Cimahi dalam menjaga budaya lokal, di antaranya penerapan aksara Sunda pada papan nama jalan serta pengenalan aksara Sunda dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Langkah ini dinilai penting untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Cimahi, Achmad Nuryana, menyampaikan bahwa PKD 2025 menjadi ruang ekspresi dan interaksi budaya yang inklusif. “Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga edukasi dan wadah bagi masyarakat untuk mengapresiasi seni budaya lokal,” ujarnya.

PKD 2025 menampilkan berbagai rangkaian acara, antara lain helaran Bangbarongan Munding Dongkol, festival teater rakyat, workshop aksara Sunda Buhun, pertunjukan musik etnik, tari kolosal Campernik, serta festival olahraga tradisional. Puncak kegiatan ditutup dengan pagelaran wayang golek bobodoran oleh Ki Dalang Opick Sunandar Sunarya bekerja sama dengan Pepadi Cimahi dan Mekar Giri Harja 2.

Selain itu, ada pula kegiatan literasi bahasa dan sastra, dongeng bersama Bunda Literasi, hingga Kaulinan Urang Lembur yang melibatkan partisipasi anak-anak. Seluruh kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 pelaku budaya Kota Cimahi dan diharapkan dapat mewujudkan peran serta aktif masyarakat untuk mendukung suksesnya program pemajuan kebudayaan di Kota Cimahi sehingga warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan sebagai kekuatan untuk membangun Cimahi yang berkarakter, maju, dan berdaya saing.