Loading...

Delegasi Kanada Sambangi Kota Cimahi, Perkuat Kerja Sama Bidang Gizi dan Kesehatan untuk Cegah Anemia dan Stunting

Rano Hardiana 01 Oktober 2025 601 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi menerima delegasi Nutrition International bersama perwakilan Kedutaan Besar Kanada di Indonesiadi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi Jalan Aruman, Selasa (30/9/2025). Kunjungan tersebut digelar dalam rangka memperkuat kerjasama dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, delegasi tersebut menyambangi SMAN 4 Cimahi dalam kegiatan Aksi Bergizi yang melibatkan Nutrition International, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dan Puskesmas Leuwigajah, serta penerapan kebijakan Sekolah Sehat dari Kemendikbudristek. Merupakan kampanye serentak SMP-SMA se-Kota Cimahi untuk mempersiapkan generasi emas bebas stunting meliputi penerapan pola makan sehat dan gerakan mencegah anemia dan stunting di kalangan remaja.

Dalam kunjungan tersebut hadir Miss Christine Roy, perwakilan pemerintah Kanada sekaligus representatif Nutrition International, sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) yang telah aktif di Indonesia sejak 2006 dengan fokus mendukung kesehatan perempuan, ibu hamil, dan anak.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, keberlanjutan kerja sama dengan Nutrition International memiliki dampak signifikan, terutama memperluas akses program kesehatan bagi masyarakat.

"Khususnya di Cimahi, program ini sangat luar biasa. Tahun ini kita kedatangan lagi, dan tahun depan Insya Allah akan lebih banyak bantuan serta kerjasama di bidang gizi dan kesehatan," ujarnya.

Salah satu implementasi nyata dari program tersebut fokus mencegah anemia dan menekan angka stunting. Bantuan berupa tablet penambah darah dan intervensi gizi lainnya sudah didistribusikan secara rutin kepada masyarakat.

"Dukungan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan mendasar yang masih dihadapi yaitu anemia dan stunting," katanya.

Kerjasama juga merambah pada bidang fortifikasi pangan dan keamanan pangan. "Dengan fortifikasi pangan, dapat menjadi jawaban dari keterbatasan bahan baku pangan. Makanan yang dikonsumsi tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga memenuhi standar gizi. Serta memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi," ungkapnya.

Melalui kerja sama lintas negara, Kota Cimahi tidak hanya memperoleh program nyata di lapangan tetapi juga transfer pengetahuan dan strategi jangka panjang dalam bidang gizi, fortifikasi pangan, hingga keamanan pangan. "Mudah-mudahan kerjasama ini membawa manfaat lebih besar baik di bidang kesehatan maupun aspek lain yang bisa meningkatkan kualitas hidup warga Cimahi," tuturnya.**