Loading...

Edukasi Masyarakat Lewat Kampanye Toss TBC, Upaya Kota Cimahi Dukung Indonesia Eliminasi TBC Tahun 2030

Rano Hardiana 11 November 2025 781 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI.- Edukasi masyarakat mengenai bahaya tuberkulosis (TBC) terus dilakukan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Kegiatan tersebut sekaligus mendorong gerakan deteksi dini dan pengobatan tuntas penyakit TBC.

Hal itu terungkap pada kegiatan Kampanye TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) di kawasan pasar kaget Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini bagian dari kampanye serentak di delapan provinsi prioritas penanggulangan TBC di Indonesia.
 
Kampanye TOSS TBC dikemas dengan pendekatan edukatif yang menarik dan komunikatif, mulai dari senam sehat bersama, dialog interaktif, pojok konsultasi kesehatan, hingga permainan berhadiah merchandise edukatif bertema TBC. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan kembali pada gejala dan tanda TBC, cara penularannya, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. 

Petugas kesehatan juga membuka layanan konseling dan skrining gejala awal bagi warga yang ingin berkonsultasi. Rangkaian kegiatan dirancang agar pesan kesehatan mudah dipahami, sekaligus menepis stigma yang masih melekat pada penyakit TBC.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Moh. Dwihadi Isnalini, menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam penanggulangan TBC. "Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan sering tidak terdeteksi dini karena gejalanya dianggap sepele. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa TBC bisa disembuhkan asalkan ditemukan dan diobati sampai tuntas," ujarnya.

Dia menilai, penguatan edukasi publik diperlukan karena masih ada warga yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya sehingga meningkatkan risiko penularan dan kekambuhan penyakit. "Pengobatan TBC disediakan pemerintah secara gratis melalui fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk," ungkapnya.

Kampanye TOSS TBC juga menjadi momentum memperluas kolaborasi lintas sektor, tidak hanya antara pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga keterlibatan kader, komunitas, dunia pendidikan, hingga pelaku usaha yang dapat membantu menyebarluaskan pesan kesehatan.

Pemkot Cimahi menegaskan komitmen mempercepat langkah eliminasi TBC melalui strategi menemukan kasus secara aktif, meningkatkan akses layanan diagnosis, memperkuat pendampingan pasien, dan memastikan pengobatan berjalan tuntas. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.

Melalui kampanye ini, diharapkan edukasi yang disampaikan tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi terus digaungkan di lingkungan keluarga, sekolah, tempat ibadah, hingga komunitas. 

Dengan kolaborasi yang kuat dan pemahaman yang benar, Cimahi menargetkan dapat menjadi salah satu daerah yang berkontribusi nyata dalam agenda nasional Eliminasi TBC 2030. "Mari bersama wujudkan Cimahi Bebas TBC menuju Indonesia Eliminasi TBC 2030," tandasnya.**