Loading...

Sosialisasi Keamanan Pangan, Langkah Nyata Pemkot Cimahi Dukung MBG Aman Konsumsi

Riva Adam Puteri 13 November 2025 494 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan penyelenggaraan pangan yang aman dan bergizi melalui kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi dengan tujuan meningkatkan pemahaman petugas SPPG mengenai penanganan bahan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan hal yang sangat krusial, khususnya bagi petugas yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan masyarakat. “Pangan segar asal tumbuhan seperti sayur, buah-buahan dan umbi-umbian memiliki potensi yang luar biasa untuk mendukung pemenuhan gizi yang seimbang dan berkualitas,” ujarnya.

Adhitia menjelaskan bahwa tanpa penanganan yang tepat, pangan segar dapat menjadi sumber masalah kesehatan, salah satunya keracunan makanan akibat kurangnya pengetahuan tentang pengolahan pangan yang benar. Dirinya menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan bekal pengetahuan bagi personil SPPG agar mampu mengolah dan menyajikan bahan pangan yang aman bagi masyarakat.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang diinisiasi Dispangtan ini. Menurutnya, dengan meningkatnya pemahaman tentang keamanan pangan, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap bahan pangan yang digunakan dalam program makan bergizi gratis tidak hanya mencukupi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dikonsumsi masyarakat, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Wakil Wali Kota menambahkan bahwa pengolahan pangan yang aman mencakup kebersihan, pemilihan bahan pangan berkualitas, serta cara penyimpanan dan penyajian yang benar. Dengan pemahaman tersebut, personil SPPG diharapkan mampu mencegah terjadinya kerusakan maupun kontaminasi pangan yang dapat menurunkan kualitas makanan.

“Dengan adanya sosialisasi ini saya berharap seluruh personil SPPG dapat lebih memahami teknik-teknik pemilihan, penanganan dan pengolahan bahan pangan, serta cara-cara menyimpan bahan pangan yang dapat mencegah kerusakan atau kontaminasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adhitia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan di Kota Cimahi. Ia menyebut bahwa keberhasilan program makan bergizi gratis bergantung pada sinergi antara pemerintah, Forkopimda, SPPG, serta masyarakat.

“Saya percaya, dengan adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah Kota Cimahi, Forkopimda, Tim Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, SPPG, serta masyarakat, kita dapat mewujudkan kota yang tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga memiliki ketahanan pangan yang kuat dan berkualitas,” katanya.

Dalam wawancara usai membuka kegiatan, Adhitia menjelaskan bahwa sosialisasi ini juga menjadi bentuk pengawasan kolektif lintas lembaga untuk memastikan tidak terjadi kasus keracunan pangan di Kota Cimahi. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya sertifikasi mutu pangan seperti SLHS agar bahan pangan yang digunakan dalam program makan bergizi gratis benar-benar memenuhi standar kelayakan konsumsi.

“Harapannya tentu dari kami seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Wali pada saat acara berkumpulnya Forkopimda se-Kota Cimahi dengan seluruh SPPG se-Kota Cimahi, ya ini kita sama-sama sepakat ini adalah hajat akbar yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk itu harus ada pengawasan kolektif baik dari pemerintah Kota Cimahi, Kejaksaan, Kepolisian, Kodim dan semua pihak,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi dapat meningkatkan standar keamanan pangan, sehingga masyarakat memperoleh manfaat gizi yang optimal sekaligus terlindungi dari risiko pangan yang tidak aman.