Loading...

Kabar Baik! Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto Cimahi Sudah Dilelangkan

Adhy Rahadhyan S.I.Kom 26 Mei 2026 58 kali dilihat
Bagikan:
Kabar Baik! Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto Cimahi Sudah Dilelangkan

CIMAHI - Kabar baik disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi terkait nasib pembangunan underpass baru di Jalan Gatot Subroto. Proyek yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sedang dalam proses lelang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman lelang LPSE Provinsi Jawa Barat, spse.inaproc.id/jabarprov/lelang. Dalam laman lelang itu disebutkan nilai pagu paketnya mencapai Rp150.000.000.000, sedangkan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) paketnya mencapai Rp130.131.435.741,19.

"Kalau informasi yang kami terima memang sudah dilelangkan dan kalau melihat jadwal itu seharusnya tanggal 21 Juli sudah tanda tangan kontrak," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, Jumat (22/5/2026).

Dirinya mengatakan, proyek underpass itu dikerjakan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sedangkan Pemkot Cimahi sudah melalukan pembebasan lahan sebesar Rp36 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Cimahi untuk mendukung pembangunan underpass tersebut.

"Kalau untuk pembebasan lahan sudah beres dari kita, nilainya Rp36 miliar. Mudah-mudahan lelangnya tidak ada kendala sehingga langsung dibangun fisiknya. Kalau lihat di dokumen lelang waktu pelaksanaan itu 165 hari kalender," terang Wilman.

Menurut dia, pembangunan underpass sangat dibutuhkan di Jalan Gatot Subroto untuk mengatasi kemacetan. Sebab, volume arus lalu lintas di kawasan tersebut semakin padat seiring meningkatnya perjalanan kereta api, khususnya Kereta Ape Feeder.

Kereta itu khusus mengangkut penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta - Bandung, baik dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung maupun sebaliknya. Keberadaan kereta tersebut membuat buka tutup perlintasan sebidang semakin sering dilakukan.

"Salah satunya dasarnya kenapa kita underpass kita bangun, satu, salah satunya adalah tidak ada perlintasan sebidang sesuai undang-undang dari Kementerian Perhubungan. Yang kedua, mengurangi kemacetan," kata Wilman.

Selain itu yang terpenting adalah mengurangi risiko kecelakaan karena karena intensitas pergerakan kereta api dengan adanyaa Keretaa Feeder. "Sekarang ini setiap setengah jam bahkan seperempat jam sudah ada feeder ataupun kereta yang lewat. Nah, ini salah satunya adalah mengurangi risiko kecelakaan akhirnya kita berpikir kita bangun underpass," pungkasnya.***