CIMAHI – Dalam upaya menanggulangi inflasi dan meningkatkan ketahanan pangan, Pemerintah Kota Cimahi secara resmi meluncurkan Gerakan Tanam Cabai (GERTAM PARTI) di lahan pertanian RW 21, Kelurahan Cipageran. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan yang ada serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menjelaskan bahwa GERTAM PARTI akan melibatkan penanaman cabai di sekitar 18 hektare lahan yang tersebar di berbagai RW, termasuk RW 21, RW 19, RW 12, dan RW 13. “Kami harap kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ngatiyana menegaskan pentingnya membangun ketahanan pangan dari dalam daerah agar masyarakat tidak tergantung pada komoditas yang dipasok dari luar. Ia menyadari tantangan terkait terbatasnya lahan pertanian, terutama dengan kepadatan penduduk yang mencapai 581.994 jiwa dalam area seluas 40 km². “Kami berupaya memaksimalkan penggunaan ruang yang ada untuk pertanian,” tambahnya.
Dalam upaya mencapai keberhasilan, Wali Kota juga menekankan perlunya inovasi di bidang pertanian dan kerjasama dengan kelompok tani, termasuk kelompok tani wanita. “Inovasi yang tepat sangat penting untuk menyiasati keterbatasan lahan dan memperkuat ketahanan pangan di Kota Cimahi,” katanya.
Ngatiyana menyatakan bahwa hasil pertanian yang diperoleh akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan beberapa pasar tradisional di Kota Cimahi. “Kami akan memprioritaskan pemasaran hasil pertanian ini ke pasar-pasar di Cimahi, sehingga dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memberikan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain budidaya cabai, lahan seluas 18 hektar ini juga direncanakan untuk pengembangan sektor peternakan, seperti ayam dan telur. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendukung program ketahanan pangan. “Kami berharap ini dapat berkontribusi dalam program Makan Bergizi Gratis,” imbuh Ngatiyana.
Untuk mendukung Gerakan Tanam Cabai, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi telah menyediakan bantuan berupa benih cabai, mulsa, serta pelatihan bagi para petani. Pelatihan Sekolah Lapang (SL) juga dilakukan untuk memastikan petani memiliki pengetahuan yang cukup dalam membudidayakan cabai.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Cimahi optimis bahwa Gerakan Tanam Cabai akan membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi masyarakat serta meningkatkan ketahanan pangan daerah.