CIMAHI.- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dipastikan menerima pendanaan Rp50 miliar untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah. Dana itu didapat dari World Bank melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) yang disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengatakan, kucuran dana itu tidak diberikan dalam bentuk uang. Namun dalam bentuk bantuan seperti motor sampah sebanyak 34 unit, mobil pick-up 67 unit, dan truk sampah sebanyak tujuh unit, dengan rincian, mobil compactor sebanyak lima unit, satu unit wing box, dan satu unit dump truck.
"Bantuan tersebut akan didapat selama 18 bulan periode tahun 2026 hingga 2027. Dari total 14 kota dan kabupaten yang menerima dukungan ISWMP, Cimahi menjadi salah satu daerah dengan alokasi terbesar. Totalnya kita dapat Rp50 miliar tapi dalam bentuk fasilitas dan sarana untuk persampahan," kata Adhitia, Selasa (25/11/2025).
Dana itu juga akan digunakan untuk menambah kapasitas pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, dari 50 menjadi 75-80 ton per hari.
"Cimahi juga akan dibantu untuk penyempurnaan konstruksi fisik atau bangunan TPST Santiong dan Lebak Saat. Yang awalnya kita hanya memiliki kapasitas 50 ton per hari, dengan tambahan mesin baru maka akan dioptimalisasi menjadi 80 ton lebih per hari," kata Adhitia.
Kota Cimahi juga sedang mengupayakan pengadaan Refuse Derived Fuel (RDF) baru di wilayah Melong, Kecamatan Cimahi Selatan. Lokasi itu rencananya akan mengelola 10 ton sampah setiap harinya.
Menurut Adhitia, dengan bantuan yang didapatkan maka mejadi sebuah perkembangan penting dan strategis bagi Kota Cimahi dalam menjawab tantangan serius penanganan sampah, di tengah proyeksi pengetatan fiskal pada tahun-tahun mendatang. Apalagi Kota Cimahi sedang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah usai adanya pembatasan pembuangan di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Dengan dukungan yang diberikan pemerintah pusat melalui program ini, lanjut dia, didesain untuk menutup rantai penanganan sampah dari awal hingga akhir. Program ISWMP pemerintah puaat bagi Cimahi akan diarahkan untuk optimalisasi penanganan sampah secara menyeluruh dari tingkat rumah tangga hingga ke instalasi pengolahan akhir.
"Kita fokuskan untuk optimalisasi penanganan sampah end-to-end. Di mana kita juga akan fokus penanganan sampah ini mulai dari hulu, jadi tidak hanya di hilirnya saja atau di TPST-nya saja," pungkasnya.***