CIMAHI.- Wali kota Cimahi Ngatiyana membuka kegiatan Pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat (SATLINMAS) se-Kecamatan Cimahi Utara Tahun 2025 berlangsung di Pandiga Jalan Sirnarasa Kota Cimahi, Rabu (26/11/2025). Melalui pembinaan dan pembekalan tersebut, diharapkan para petugas linmas mampu memiliki dasar pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi pokok linmas di Kota Cimahi.
Wali kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, sebagai bagian dari unsur masyarakat, linmas memiliki peran yang sangat penting di lingkungan. "Satlinmas berperan dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan, ketertiban umum, hingga kegiatan sosial masyarakat," ujarnya.
Satlinmas sebelumnya dikenal sebagai pertahanan sipil memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1943 silam. Saat itu, pemerintah Belanda membentuk tim untuk mengawasi langit dari serangan udara Jepang, tim yang menjadi cikal bakal hansip ini jadi garda terdepan masyarakat dalam menghadapi serangan udara Jepang.
Pasca kemerdekaan, Satlinmas menjadi bagian dari sistem hankamrata dibawah komplemen ABRI. Pada tahun 2014, pertahanan sipil resmi bermetamorfosis menjadi Linmas.
Dengan anggota yang terdiri dari masyarakat, Linmas tidak hanya menjadi petugas pengamanan masyarakat namun juga menjadi agen untuk menyebarkan kesiapsiagaan dalam banyak kondisi darurat. Mulai dari darurat bencana alam, darurat militer, hingga kondisi yang mengancam keamanan masyarakat lainnya.
"Kontribusi dan dedikasi Satlinmas sudah tidak perlu diragukan lagi. Masyarakat telah merasakan sendiri secara langsung, bagaimana linmas selalu menjadi garda terdepan dalam kegiatan kemasyarakatan. Seperti dalam pesta politik 5 tahunan atau pemilu, hingga dalam proses penanggulangan dan evakuasi bencana alam," katanya.
Melihat tugas dan fungsi satlinmas yang cukup penting dalam pengamanan lingkungan dan masyarakat, maka pembinaan dan pembekalan bagi para petugas linmas perlu digelar.
"Di era kemajuan teknologi saat ini, petugas Linmas tidak hanya perlu memahami tugas pokok saja namun juga harus memiliki kemampuan kolaborasi dan komunikasi yang memadai. Petugas Linmas harus mampu menjalin jejaring kerja sama dengan elemen masyarakat lainnya, sehingga fungsi pengamanan masyarakat bisa dilakukan lintas organisasi," sebutnya.
Kerja sama sosial yang dibangun akan menumbuhkan jiwa korsa atau jiwa kebersamaan sehingga membentuk kekompakan sosial yang lebih solid.
"Dengan demikian, maka fungsi keamanan tidak hanya menjadi tugas pokok Satlinmas saja, namun menjadi tugas dan tanggung jawab bersama," paparnya.
Jika kondisi ideal telah mampu dicptakan, maka mewujudkan Cimahi Mantap dan masyarakat yang Hepi bukan hanya angan-angan saja. "Saya menaruh harapan yang besar kepada petugas Linmas, semoga senantiasa bisa tegak lurus dan bersinergi dengan Pemkot Cimahi dalam setiap kebijakan dan pembangunan.
Kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah, dan untuk mewujudkannya perlu partisipasi aktif masyarakat termasuk petugas Satlinmas," tuturnya.**