Loading...

Waspada Penularan DBD di Tengah Cuaca tak Menentu di Kota Cimahi

Rano Hardiana 05 Desember 2025 1037 kali dilihat
Bagikan:
Waspada Penularan DBD di Tengah Cuaca tak Menentu di Kota Cimahi
CIMAHI.- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Sudah ada 308 kasus DBD yang terdata di Kota Cimahi sejak Januari hingga Oktober 2025.

Rinciannya, Januari sebanyak 59 kasus, Februari ada 35 kasus, Maret ada 26 kasus, April ada 37 kasus, Mei ada 28 kasus, Juni ada 44 kasus, Juli ada 29 kasus, Agustus ada 20 kasus, September ada 22 kasus dan Oktober ada 9 kasus. Kota Cimahi diketahui merupakan endemik penyakit DBD.

"Meski angka ini menunjukan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun tren fluktuatif kasus DBD tetap menjadi perhatian," imbuh Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati, Jumat (5/12/2025).

Menurut Mulyati, kasus DBD sangat dipengaruhi oleh perilaku, kebersihan lingkungan, dan salah satunya adalah faktor iklim. Perubahan iklim yang menyebabkan suhu udara lebih hangat dan curah hujan tak menentu menjadi salah satu penyebab utama munculnya.

Dirinya menilai cuaca Kota Cimahi yang tidak bisa diprediksi, dengan hujan deras disusul panas terik, menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk pembawa virus. "Pola cuaca saat ini menciptakan kondisi ideal dan mempercepat siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Genangan air akibat hujan deras yang tidak langsung kering menjadi tempat berkembang biak ideal," jelasnya.

Mulyati mengingatkan warga Cimahi untuk melakukan Gerakan 3M Plus, Menguras tempat penampungan air, Menutup wadah air, Mendaur ulang barang bekas, serta tambahan upaya pencegahan seperti menggunakan kelambu, lotion antinyamuk, hingga fogging selektif.

"Pemerintah Kota Cimahi juga telah meningkatkan langkah preventif melalui edukasi, fogging selektif, dan pemantauan jentik nyamuk di wilayah rawan. DBD bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga ancaman akibat krisis iklim yang perlu dihadapi bersama dengan pendekatan lintas sektor," imbuh Mulyati. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes KBB, Dwihadi Isnalini mengatakan, dengan banyaknya temuan kasus DBD itu, pihaknya mengingatkan masyarakat selalu mewaspadai potensi penularannya. Di antaranya dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Selain PSN, Dinkes Kota Cimahi juga menyarankan masyarakat Kota Cimahi menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Seperti bunga lavender, daun siri dan daun mint. Sebab, tanaman-tanaman tersebut diyakini bisa mengusir nyamuk penyebar virus DBD. 

"Kita anjurkan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Contoh bunga lavender, daun siri, daun mint," katanya.

Dwihadi juga menyarankan agar masyarakat memelihara ikan cupang, mujair, mas dan sebagainya di bak penampungan air yang sulit dijangkau. Sebab, keberadaan berbagai jenis ikan itu akan menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypti.

"Ikan cupang atau ikan lainnya juga adalah pemakan jentik. Jadi bisa buat pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembang biak jadi nyamuk penyebab DBD," imbuhnya.***