CIMAHI.- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi Sugeng Budiono menekankan pentingnya peran relawan kebakaran (Redkar) dalam menghadapi potensi kebakaran di Kota Cimahi yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi.
"Redkar adalah mitra kerja pemadam kebakaran di lapangan. Keberadaan mereka menjadi kunci untuk mempercepat respons di lapangan. Mereka mempersiapkan area agar pemadam kebakaran bisa melaksanakan tugas dengan baik," kata Sugeng, Jumat (5/12/2025).
Mengingat pentingnya peran para relawan, maka pembinaan dan pelatihan pun gencar dilakukan untuk menambah kompetensi dan keterampilan mereka sebagai ujung tombak penanganan awal kebakaran.
Upaya penguatan relawan menjadi perhatian serius Pemkot Cimahi. Melalui rekrutmen dan pelatihan rutin, pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dasar dan keterampilan tanggap darurat yang memadai.
Sugeng menegaskan pembinaan Redkar merupakan program berkelanjutan yang tak boleh terputus, mengingat meningkatnya kasus kebakaran di area permukiman.
Menurut dia, urgensi keberadaan Redkar tidak bisa dilihat sebatas pelengkap Damkar. Relawan ini memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam penanganan awal sebelum unit pemadam tiba.
"Bisa dilihat, mereka sudah mampu melaksanakan sosialisasi pemadaman. Kalau hanya berharap dari Damkar untuk memberikan sosialisasi ke seluruh Kota Cimahi tentu sulit, karena personel kami terbatas," jelasnya.
Pelatihan redkar tidak hanya mencakup materi dari Damkar, tetapi juga BPBD serta unsur lain yang menangani mitigasi bencana.
"Ada pembekalan teknik pemadaman dasar, penyelamatan, hingga prosedur menghadapi situasi darurat," ujar Sugeng.
Saat ini seluruh anggota Redkar telah mengantongi SK Wali Kota Cimahi sebagai legalitas formal. Namun untuk sertifikasi khusus, Sugeng menyampaikan bahwa baru sebagian relawan yang sudah memilikinya.
"Kalau SK sudah ada. Untuk sertifikasi masih beberapa orang. Yang lain menyusul," ujarnya.
Sugeng optimistis penguatan kemampuan Redkar akan membuat penanganan kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk lebih efisien dan tepat sasaran, sekaligus meminimalkan risiko kerugian bagi warga.
"Dengan semakin terlatihnya relawan di lapangan, Pemerintah Kota Cimahi berharap respons terhadap kebakaran di permukiman dapat berlangsung lebih cepat dan efektif," tandasnya.***