CIMAHI.- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyiapkan lahan pendukung pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto. Konstruksi pembangunan akses untuk mengentaskan kemacetan itu rencananya akan dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
"Kami ditugaskan untuk menyiapkan lahan pendukung. Data detail ada di provinsi, pokoknya data luasan total 4.200 meter untuk pendukung pembangunan underpass, kiri kanan harus ada jalan," kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Cimahi, Achmad Nuryana saat dihubungi, Rabu (10/12/2025).
Achmad mengatakan, pembangunan proyek yang masuk program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan itu sepenuhnya akan dibangun Pemprov Jawa Barat. Dalam perencanaan, ada lahan yang dipastikan berdampak dan harus dibebaskan.
"Sekarang masih pengukuran antara rencana penghitungan dari provinsi sama pemilik dalam hal ini TNI, PT KAI, PT Telkom, PT POS udah klop sih," ujar Achmad.
Dari perencanaan yang diketahui Pemkot Cimahi, terang dia, panjang underpass itu diperkirakan mencapai 480-500 meter dari Jalan Gatot Subroto hingga Taman Kartini. Sedangkan lebarnya mencapai 9 meter beserta troroarnya.
"Kalau badan jalan untuk underpass itu provinsi akan melaksanakan eksekusi fisik lelang dan sebagainya. Kita tugasnya menyiapkan lahan pendukung," tandas dia.
Sebelumnya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pembangunan underpass sangat dibutuhkan di Jalan Gatot Subroto untuk mengatasi kemacetan. Sebab, volume arus lalu lintas di kawasan tersebut semakin padat seiring meningkatnya perjalanan kereta api, khususnya Kereta Api Feeder.
Kereta itu khusus mengangkut penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta - Bandung, baik dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung maupun sebaliknya. Keberadaan kereta tersebut membuat buka tutup perlintasan sebidang semakin sering dilakukan.
"Salah satunya dasarnya kenapa kita underpass kita bangun, satu, salah satunya adalah tidak ada perlintasan sebidang sesuai undang-undang dari Kementerian Perhubungan. Yang kedua, mengurangi kemacetan," tegas dia.
Selain itu yang terpenting adalah mengurangi risiko kecelakaan karena karena intensitas pergerakan kereta api dengan adanyaa Kereta Feeder.
"Sekarang ini setiap setengah jam bahkan seperempat jam sudah ada feeder ataupun kereta yang lewat. Nah, ini salah satunya adalah mengurangi risiko kecelakaan akhirnya kita berpikir kita bangun underpass," pungkas Ngatiyana.***