Loading...

Melalui FGD 2026, DLH Cimahi Rumuskan Empat Fokus Strategis Pengelolaan Lingkungan

Riva Adam Puteri 11 Februari 2026 356 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI – Dalam rangka menyelaraskan Rencana Program dan Kegiatan Tahun 2027 Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (9/2) bertempat di Aula Gedung A Pemkot Cimahi.

FGD yang dilaksanakan dihadiri oleh perwakilan dari Forkopimda, perwakilan Perangkat Daerah, perwakilan Instansi Vertikal, perwakilan Perguruan Tinggi, dan perwakilan organisasi/lembaga/komunitas/asosiasi/ pelaku usaha se Kota Cimahi menjadi wadah dalam menyempurnakan penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja DLH Tahun 2027. 

Melalui forum ini, berbagai masukan, evaluasi, dan penyesuaian dapat dihimpun agar perencanaan yang disusun lebih komprehensif, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menekankan pentingnya penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

DLH Kota Cimahi mengidentifikasi sejumlah persoalan lingkungan pada tahun 2025, di antaranya penurunan kualitas lingkungan hidup, menurunnya indeks tutupan lahan, pengelolaan sampah yang masih menghadapi tantangan, serta meningkatnya emisi gas rumah kaca. Isu-isu tersebut melahirkan empat fokus strategis, yakni peningkatan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, peningkatan kualitas air sungai, peningkatan kuantitas tutupan lahan, serta optimalisasi capaian pengelolaan sampah.

Melalui forum ini, DLH turut memaparkan capaian kinerja tahun 2025. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Cimahi tercatat sebesar 58,39, melampaui target 50,35. Di sektor persampahan, pengelolaan sampah mencapai 94,81 persen atau setara 221,57 ton per hari. DLH juga mencatat keberhasilan sejumlah program, mulai dari inovasi Grak Ompimpah, (Gerakan Orang Cimahi Pilah sampah), sebagai Best of The Best Inovation pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat Tahun 2025, Inovasi “Tepung Grak Ompimpah” yang menjuarai Cimahi Motekar Award (CHiMA), hingga kolaborasi riset bersama tujuh perguruan tinggi yang memperoleh penghargaan nasional dari LLDIKTI Wilayah IV.

Adhitia juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma pengelolaan sampah, dari pola kumpul–angkut–buang menjadi pemilahan sampah dari sumbernya. Melalui Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah (Grak Ompimpah) dan target “Zero to TPA”, Pemerintah Kota Cimahi berharap masyarakat semakin terbiasa memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri, mengingat keterbatasan TPA Sarimukti yang kini mengalami kelebihan kapasitas.

Sementara kepala dinas lingkungan hidup kota cimahi chanifah listyarini dalam laporannya mengatakan dengan diselenggarakannya forum perangkat daerah ini diharapkan tercipta sinergitas antara dinas lingkungan hidup melalui rencana program dan kegiatannya dengan seluruh stake holder di kota cimahi dalam seluruh proses pembangunan,  terutama dalam pencapaian sasaran strategis dinas lingkungan hidup Kota Cimahi.