Loading...

Nuzulul Quran di Masjid Agung Cimahi, Pemkot Hadirkan Dakwah Ramah Disabilitas

Riva Adam Puteri 07 Maret 2026 40 kali dilihat
Bagikan:
Nuzulul Quran di Masjid Agung Cimahi, Pemkot Hadirkan Dakwah Ramah Disabilitas

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat Kota Cimahi pada Jumat (6/3) di Masjid Agung Kota Cimahi.

Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kota Cimahi tahun ini menghadirkan penceramah, K.H. MD Ubaydillah AB, S.Pd.I., M.Pd., yang menyampaikan tausiyah mengenai makna Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup serta pentingnya mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa malam 17 Ramadan memiliki makna istimewa, diperingati sebagai momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Qur’an, tetapi juga sebagai pengingat bagi umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui momentum ini saya juga mengajak seluruh jemaah di Masjid Agung Kota Cimahi untuk bersama-sama memanjatkan doa khotmil Qur’an. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Al-Qur’an harus menjadi referensi dalam menjalankan aktivitas dan kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini juga memiliki makna khusus bagi Pemerintah Kota Cimahi. Dalam pelaksanaannya, dakwah dan sambutan disertai pendampingan Juru Bahasa Isyarat (JBI), sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diakses oleh penyandang disabilitas, khususnya teman tuli.

Langkah ini adalah komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam mewujudkan kota yang inklusif, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses terhadap berbagai kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan.

“Ini pertama kalinya dakwah dalam peringatan Nuzulul Qur’an didampingi oleh juru bahasa isyarat. Kami ingin memastikan bahwa pesan-pesan dakwah juga dapat diterima oleh teman-teman penyandang disabilitas. Ini menjadi simbol bahwa Islam dan Al-Qur’an adalah ajaran yang inklusif serta terbuka bagi siapa pun,” pungkasnya.