Loading...

Peringatan Hari Teater Dunia di Kota Cimahi Libatkan ASN dan Penyandang Disabilitas

Riva Adam Puteri 12 April 2026 49 kali dilihat
Bagikan:
Peringatan Hari Teater Dunia di Kota Cimahi Libatkan ASN dan Penyandang Disabilitas
CIMAHI - Pertunjukan teater dalam rangka peringatan Hari Teater Dunia di Gedung Sangkuriang, Kota Cimahi, Jawa Barat,Sabtu (11/04/2026) berlangsung berbeda. Selain menampilkan komunitas teater dan ASN kegiatan ini juga memberi ruang bagi para penyandang disabilitas untuk berekspresi di atas panggung.

Pertunjukan teater di Gedung Sangkuriang, Kota Cimahi terasa lebih istimewa. Tidak hanya para seniman teater yang sudah biasa tampil, panggung kali ini juga memberi ruang lebih luas bagi para penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Di tengah keterbatasan akses yang sering dialami penyandang disabilitas terhadap ruang-ruang publik, kegiatan ini menjadi simbol bahwa Kota Cimahi berupaya menuju kota yang lebih inklusif.

Pertunjukan teater musikal yang digagas komunitas teater tersebut juga melibatkan Aparatur Sipil Negara atau ASN. Mengusung tema "Cimahi Hepi Berekspresi", peringatan Hari Teater Dunia ini menjadi suguhan seni yang menghibur sekaligus sarat pesan kebersamaan.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, mengatakan peringatan Hari Teater Dunia ini menjadi bukti bahwa Cimahi berupaya menjadi kota yang terbuka bagi semua kalangan. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat teater, ASN, dan komunitas tuli menunjukkan bahwa ruang berkesenian harus dapat diakses oleh siapa saja.

Adhitia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Pemerintah mendorong agar peringatan Hari Teater Dunia terus dikembangkan dengan skala yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Di tengah geliat kesenian yang terus berkembang, pemerintah daerah mengakui aksesibilitas ruang pertunjukan di Cimahi masih terbatas. Belum banyak tempat yang representatif untuk menjadi panggung ekspresi bagi para seniman.

Karena itu, pemerintah daerah kini tengah mempertimbangkan optimalisasi ruang publik seperti alun-alun sebagai alternatif panggung pertunjukan. Konsep panggung terbuka dinilai dapat mendekatkan karya seni kepada masyarakat luas. (Bidang IKPS)**