CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mendukung penuh pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp36 miliar. Annggaran tersebut digunakan untuk pembebasan lahan pendukung seluas 3.000 meter persegi pembangunan underpass yang bangun untuk mengurai kemacetan di Jalan Gatot Subroto-Jalan Baros.
"Cimahi bertanggungjawab untuk pembebasan lahan di sekitaran lokasi itu (underpass) saja. Jadi lahannya sekitar 3.000 meter yang terdampak, ada yang punya TNI, kemudian ada kantor pos, kantor PT Telkom, Mess Kodiklat, semua dialokasikan segitu," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Rabu (22/2026).
Sedangkan untuk pembangunan underpass, kata Ngatiyana, akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar. Namun berdasarkan informasi yang diterima Pemkot Cimahi, saat ini masih menunggu proses lelang.
"Sekarang kita sedang menunggu lelang, karena nanti yang membangun itu dari provinsi. Kalau kita hanya untuk pembebasan lahannya saja, mudah-mudahan di bulan Mei atau Juni sudah bisa dilaksanakan fisiknya," kata Ngatiyana.
Nantinya akan ada rekayasa arus lalu lintas yang diterapkan selama pembangunan Underpass Gatot Subroto. Skema rekayasa sudah disiapkan kepolisian dan Dinas Perbubungan (Dishub) Kota Cimahi.
"Kita sudah siapkan semuanya, komunikasi dengan Kodam, Provinsi Jawa Barat, sampai Mabes AD terus dijalin. Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan," kata Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, pembangunan underpass sangat dibutuhkan di Jalan Gatot Subroto untuk mengatasi kemacetan. Sebab, volume arus lalu lintas di kawasan tersebut semakin padat seiring meningkatnya perjalanan kereta api, khususnya Kereta Ape Feeder.
Kereta itu khusus mengangkit penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta - Bandung, baik dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung maupun sebaliknya. Keberadaan kereta tersebut membuat buka tutup perlintasan sebidang semakin sering dilakukan.
"Salah satunya dasarnya kenapa kita underpass kita bangun, satu, salah satunya adalah tidak ada perlintasan sebidang sesuai undang-undang dari Kementerian Perhubungan. Yang kedua, mengurangi kemacetan," tegas dia.
Selain itu yang terpenting adalah mengurangi risiko kecelakaan karena karena intensitas pergerakan kereta api dengan adanyaa Keretaa Feeder. "Sekarang ini setiap setengah jam bahkan seperempat jam sudah ada feeder ataupun kereta yang lewat. Nah, ini salah satunya adalah mengurangi risiko kecelakaan akhirnya kita berpikir kita bangun underpass," pungkasnya. (Bidang IKPS)**