Loading...

Hijrah Tak Sekadar Seremoni, TP PKK Cimahi Hadirkan Senyum Anak Yatim dan Semangat Lansia

Riva Adam Puteri 14 Juli 2026 112 kali dilihat
Bagikan:
Hijrah Tak Sekadar Seremoni, TP PKK Cimahi Hadirkan Senyum Anak Yatim dan Semangat Lansia

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Tim Penggerak (TP) PKK Kota Cimahi untuk memperkuat pembinaan keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Melalui pendekatan yang menyentuh seluruh siklus kehidupan keluarga, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, TP PKK menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga kepedulian sosial dan pemenuhan hak-hak dasar warga.

Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian Pengajian Khoirunnisa, lomba tilawah Al-Qur'an bagi lansia, penyerahan santunan kepada anak yatim, serta penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) yang digelar di Masjid As-Salam Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK Kota Cimahi, Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Baznas Kota Cimahi, dan Bank BJB Cabang Cimahi sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat pembangunan keluarga yang religius, peduli, dan sejahtera.

Ketua TP PKK Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik melalui penguatan nilai keimanan, kepedulian sosial, serta pembinaan keluarga.

"Makna hijrah adalah berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Semangat itulah yang ingin kami tanamkan kepada keluarga-keluarga di Kota Cimahi, dimulai dari kepedulian kepada anak-anak, penghormatan kepada para lansia, hingga memperkuat nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter seseorang. Karena itu, pembinaan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan setiap kelompok usia agar tercipta keluarga yang tangguh, harmonis, dan mampu menjadi fondasi pembangunan daerah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, TP PKK Kota Cimahi bersama para mitra menyalurkan santunan kepada 45 anak yatim, masing-masing tiga anak dari setiap kelurahan. Santunan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak dalam menyambut Tahun Baru Islam.

Midjiati menuturkan bahwa menyayangi dan memperhatikan anak yatim merupakan bagian dari nilai luhur yang diajarkan dalam Islam. Karena itu, kepedulian terhadap mereka harus terus ditumbuhkan sebagai budaya sosial di tengah masyarakat.

"Kami ingin anak-anak yatim merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada perhatian dan kasih sayang dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk mendampingi mereka," katanya.

Perhatian terhadap pembinaan keluarga juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Tilawah Al-Qur'an bagi lansia yang diikuti perwakilan dari seluruh kelurahan di Kota Cimahi. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, produktif, sekaligus memperkuat kedekatan dengan Al-Qur'an.

Menurut Midjiati, masa lanjut usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas ibadah. Justru, para lansia diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an.

"Lomba ini bukan semata-mata mencari juara, tetapi menjadi sarana silaturahmi dan motivasi agar para lansia tetap sehat, aktif, dan terus membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, TP PKK Kota Cimahi melalui Pokja I juga menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan hak administrasi kependudukan anak. Penyerahan KIA menjadi salah satu implementasi program Pokja I dalam memastikan setiap anak memiliki identitas hukum yang sah sejak dini.

Midjiati menjelaskan bahwa kepemilikan KIA bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan bagian dari pemenuhan hak sipil anak yang akan memudahkan akses terhadap berbagai layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga pelayanan administrasi lainnya.

"Melalui KIA, kami ingin memastikan setiap anak memperoleh hak administrasi kependudukan yang menjadi dasar perlindungan negara terhadap mereka. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung terwujudnya Kota Cimahi sebagai Kota Layak Anak," tutupnya. (Bidang IKPS)***