Loading...

Pemkot Cimahi Minta Maaf atas Kemacetan, Rekayasa Lalu Lintas Terus Dievaluasi

Sri Kurniawati 23 Agustus 2026 46 kali dilihat
Bagikan:
Pemkot Cimahi Minta Maaf atas Kemacetan, Rekayasa Lalu Lintas Terus Dievaluasi

CIMAHI — Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, menyusul rekayasa lalu lintas akibat pembangunan Underpass Gatot Subroto dan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

Kemacetan terutama terjadi pada jam sibuk dan berdampak pada aktivitas masyarakat. Waktu tempuh warga menuju tempat kerja maupun sekolah menjadi lebih panjang akibat kepadatan di sejumlah ruas jalan.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pemerintah memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Kota Cimahi, baik warga Cimahi maupun masyarakat dari luar Cimahi, atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pembangunan," ujar Ngatiyana, Kamis (20/8).

Menurut Ngatiyana, kepadatan lalu lintas terjadi karena sejumlah pekerjaan infrastruktur berlangsung secara bersamaan. Selain pembangunan Underpass Gatot Subroto yang merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Cimahi juga tengah memperbaiki Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

Persoalan lalu lintas juga berkaitan dengan pembangunan Flyover Pusdikpom yang merupakan program pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, pemerintah bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan Kota Cimahi langsung melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

"Kami haturkan beribu-ribu maaf atas kejadian macet yang terjadi. Hari ini saya coba cek bagaimana caranya supaya ada solusi untuk warga Cimahi agar tidak terjadi kemacetan yang begitu parah seperti kemarin," kata Adhitia.

Hasil evaluasi menunjukkan penerapan contraflow di Underpass Sriwijaya membantu mengurai kepadatan kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.

Pemkot Cimahi juga menambah personel pengaturan lalu lintas dari unsur Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri di sejumlah titik rawan kepadatan.

Selain itu, Pemkot Cimahi terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat dan pelaksana pembangunan Underpass Gatot Subroto agar ruas jalan yang masih memungkinkan tetap dapat digunakan hingga memasuki tahap pembongkaran secara masif.

Pemerintah juga mendorong percepatan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah. Dengan metode hydraulic static dynamic pile, pekerjaan yang sebelumnya ditargetkan selesai dalam 90 hari diupayakan dapat dipercepat.

"Kalau bisa, yang sebelumnya ditargetkan 90 hari, kita dorong agar satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui kembali. Apabila secara teknis dan keselamatan sudah memungkinkan untuk dibuka, diupayakan agar kendaraan dapat kembali melintas," ujar Adhitia.

Adhitia menegaskan, karakteristik Cimahi sebagai kota perlintasan membuat gangguan pada satu ruas jalan dapat berdampak luas terhadap arus kendaraan.

"Kota Cimahi ini kota perlintasan. Ketika ada penutupan ruas jalan, dampaknya bisa luar biasa," katanya.

Pemkot Cimahi juga akan mendorong kepastian pembangunan Flyover Pusdikpom melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Pemerintah berharap berbagai proyek infrastruktur tersebut dapat meningkatkan keselamatan, konektivitas, dan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Namun, selama proses pembangunan berlangsung, Pemkot Cimahi berkomitmen memperkuat pengawasan dan evaluasi rekayasa lalu lintas, menambah pengaturan di lapangan, mempercepat pekerjaan infrastruktur, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, TNI, Polri, dan pihak pelaksana pembangunan. (Bidang IKPS)**