Loading...

Tekan Ketergantungan ke Sarimukti, Pemkot Cimahi Percepat Optimalisasi TPST Sentiong dan Lebaksaat

Sri Kurniawati 23 Oktober 2026 88 kali dilihat
Bagikan:
Tekan Ketergantungan ke Sarimukti, Pemkot Cimahi Percepat Optimalisasi TPST Sentiong dan Lebaksaat

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan Lebaksaat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarimukti sekaligus mendorong pengolahan sampah secara mandiri di dalam kota.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Implementation Support Mission (ISM) Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) bersama World Bank dan tim pelaksana program di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Jumat (23/10/2026).

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, dukungan melalui program ISWMP menjadi peluang strategis bagi Kota Cimahi dalam meningkatkan kapasitas pengolahan sampah, terutama di tengah keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan penanganan sampah perkotaan.

"Cimahi mendapatkan perhatian dari World Bank melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri. Kami berharap pengelolaan sampah semakin optimal sehingga sampah yang dihasilkan masyarakat bisa diolah di Kota Cimahi," ujar Ngatiyana.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah meningkatkan kemampuan pengolahan sampah di TPST Sentiong melalui penggunaan mesin baru. Dengan dukungan peralatan tersebut, kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 75 hingga 80 ton per hari.

Mesin baru lainnya direncanakan terpasang dan mulai beroperasi pada awal 2027. Sementara itu, mesin yang saat ini digunakan di TPST Sentiong akan dipindahkan ke Cigugur untuk mendukung pengolahan sampah di lokasi tersebut.

Menurut Ngatiyana, penguatan infrastruktur harus dibarengi perubahan pola pengelolaan sampah. Masyarakat perlu didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah, dilanjutkan dengan pengumpulan berdasarkan jenisnya, sebelum diproses di fasilitas pengolahan.

"Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pembuangan ke TPA. Kita harus memperkuat pemilahan dari sumber, pengumpulan sampah terpilah, hingga pengolahan di TPST agar beban pengangkutan ke Sarimukti bisa dikurangi," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan operasional TPST tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan mesin dan bangunan. Kesiapan sumber daya manusia, kelembagaan pengelola, anggaran operasional dan pemeliharaan, serta standar operasional prosedur dan keselamatan kerja juga menjadi faktor penting.

Libatkan ASN dan Tim Pengelola Sampah Kelurahan

Untuk memperkuat penanganan sampah dari hulu, Pemkot Cimahi turut mengukuhkan Tim Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan. Tim ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi di tingkat wilayah, mulai dari pendataan, edukasi pemilahan, hingga memastikan sampah terpilah dapat terintegrasi dengan sistem pengelolaan kota.

Upaya tersebut juga didukung program Sapu Jagat RT atau Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. Melalui program ini, sebanyak 1.728 aparatur sipil negara (ASN) dikerahkan untuk mendata kondisi pengelolaan sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah.

Pemerintah kota menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pemilahan sejak dari rumah diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang harus diangkut serta meningkatkan efektivitas pengolahan di TPST.

Selain itu, Pemkot Cimahi juga memperhatikan penanganan sampah residu, kepastian pasokan sampah sesuai kapasitas fasilitas, kualitas hasil pengolahan, serta pemanfaatan produk yang dihasilkan.

Dalam mendukung pengangkutan residu ke TPA, Kota Cimahi masih membutuhkan lima unit kendaraan compactor untuk menunjang kelancaran operasional.

Ngatiyana berharap pendampingan melalui program ISWMP dapat menghasilkan langkah konkret dalam mempercepat kesiapan operasional TPST Sentiong dan Lebaksaat.

"Kami berharap seluruh fasilitas yang disiapkan dapat beroperasi secara optimal, aman, dan berkelanjutan. Dukungan infrastruktur harus diikuti kesiapan pengelolaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.

Melalui optimalisasi fasilitas pengolahan, penguatan kelembagaan di tingkat kelurahan, serta peningkatan partisipasi masyarakat, Pemkot Cimahi menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPA regional. Bidang IKPS**