Loading...

Cimahi Targetkan Pengolahan Sampah 80 Ton per Hari, TPST Sentiong Dioptimalkan

Riva Adam Puteri 23 Oktober 2026 203 kali dilihat
Bagikan:
Cimahi Targetkan Pengolahan Sampah 80 Ton per Hari, TPST Sentiong Dioptimalkan

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi memperkuat sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga tempat pengolahan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarimukti. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam kunjungan Implementation Support Mission World Bank untuk program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Jumat (23/10/2026).

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menerima tim World Bank bersama unsur pelaksana program di tingkat pusat dan daerah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program, terutama dalam memastikan fasilitas pengolahan sampah dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Ngatiyana mengatakan, keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Cimahi dalam menangani sampah. Karena itu, penguatan fasilitas pengolahan seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan TPST Lebaksaat perlu diiringi perubahan pola pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Pemkot Cimahi menargetkan pengolahan sampah semakin optimal melalui pemilahan di rumah tangga, pengumpulan sampah berdasarkan jenis, serta pengolahan di TPST. Dengan demikian, sampah yang harus dikirim ke TPA dapat ditekan.

Di TPST Sentiong, mesin baru diproyeksikan mendukung kapasitas pengolahan hingga 75–80 ton per hari. Pemerintah kota juga merencanakan pemasangan mesin baru lainnya pada awal 2027. Sementara itu, mesin yang saat ini digunakan di Sentiong direncanakan dipindahkan ke Cigugur.

Namun, peningkatan kapasitas pengolahan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan mesin. Kesiapan sumber daya manusia, kelembagaan, anggaran operasional dan pemeliharaan, serta prosedur kerja menjadi faktor penting agar fasilitas dapat berfungsi secara berkelanjutan. Kepastian pemanfaatan hasil olahan dan pengelolaan residu juga perlu diperhatikan.

Pada kegiatan yang sama, Pemkot Cimahi mengukuhkan Tim Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan untuk memperkuat koordinasi pengelolaan sampah di wilayah. Tim tersebut diharapkan mendukung pendataan, pemilahan dari sumber, serta koordinasi pengumpulan sampah terpilah dengan sistem pengelolaan sampah kota.

Penguatan peran masyarakat juga dilakukan melalui program Sapu Jagat RT atau Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. Sebanyak 1.728 aparatur sipil negara (ASN) dilibatkan untuk mendata kondisi awal pengelolaan sampah sekaligus memberikan edukasi secara langsung dari rumah ke rumah.

Selain itu, Pemkot Cimahi perlu menyelaraskan format Rencana Teknis Pengelolaan Sampah (RTPS), memvalidasi data, memperjelas peran kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup, serta memperkuat integrasi pengelolaan sampah dengan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kebutuhan lima unit truk pemadat (compactor) juga menjadi perhatian untuk mendukung pengangkutan residu ke TPA.

Melalui program ISWMP, Pemkot Cimahi berharap pendampingan dan pengawasan dapat berlangsung secara berkelanjutan, mulai dari pembangunan hingga operasional fasilitas. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mengurangi beban TPA Sarimukti, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. (Bidang IKPS)***