Loading...

BPBD Kota Cimahi Lakukan Assessment Kaji Cepat Dampak Gempa Bumi Kab. Garut Terhadap Kerusakan Bangunan Di Kota Cimahi

Adhy Rahadhyan S.I.Kom 30 April 2024 2674 kali dilihat
Bagikan:
BPBD Kota Cimahi Lakukan Assessment Kaji Cepat Dampak Gempa Bumi Kab. Garut Terhadap Kerusakan Bangunan Di Kota Cimahi
CIMAHI.- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi melaksanakan Assessment Kaji Cepat untuk penanganan bencana di wilayah Kota Cimahi. Kaji cepat tersebut untuk memantau kondisi dampak bencana gempa bumi di Kab. Garut pada Minggu (27/4/2024).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi  Fitriandy Kurniawan mengatakan berdasarkan laporan yang disampaikan terkait dengan terjadinya gempa bumi di wilayah Kab.Garut, masyarakat Kota Cimahi pun merasakan getarannya. "Gempa bumi di wilayah Garut dengan kekuatan 6,5 magnitudo tersebut ikut dirasakan masyarakat Kota Cimahi," ujarnya.

Berdasarkan laporan, terdapat kerusakan bangunan yang dialami dampak gempa bumi di Kab. Garut tersebut. Atap plafon salah satu ruang kelas di SMPN 11 Cimahi ambruk terdampak gempa bumi. Untuk sementara, ruang kelas tak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Ada satu ruangan yang atapnya rusak, Sejauh ini kerusakan pada bagian itu saja. Kita lakukan assessment, nanti dikoordinasikan ke Dinas Pendidikan untuk tindaklanjut berikutnya," ucapnya.

Selain bangunan kelas, BPBD Kota Cimahi juga mendapat laporan kerusakan rumah warga di RT 5 RW 11 Kp. Rancaherang Gg. Karya Bakti Kelurahan Cigugur Tengah Kota Cimahi.
Kerusakan juga dialami rumah warga di Jalan Babakan Utama RT 2 RW 5 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

"Rumah rusak pada bagian atap dan rangkanya, ada kombinasi pelapukan. Akibat guncangan gempa cukup kencang," katanya.

Selain penilaian terhadap kerusakan bangunan, pihaknya menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana kepada warga yang terdampak.

Pihaknya memastikan tidak sampai ada korban jiwa akibat kejadian ini. "Kami lakukan penyaluran bantuan darurat penanganan bencana, untuk hasil kaji cepat diteruskan ke dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,"tuturnya.***