CIMAHI - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi mencatat nilai investasi sepanjang tahun 2024 mencapai 1,36 triliun. Realisasi investasi atau penanaman modal itu tak memenuhi target yakni Rp 2,11 triliun.
"Iya trennya memang turun, termasuk tahun 2024," kata Kepala DPMPTSP Kota Cimahi, Dadan Darmawan, Senin (17/2/2025).
Analis Kebijakan Ahli Muda pada DPMPTSP Kota Cimahi Irma Kumalasari menambahkan berdasarkan data investor yang masuk di tahun 2024 masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 825 miliar. Sedangkan dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 546 miliar.
"Yang melaporkan banyak, sekitar 3.600 kegiatan usaha. PMA itu ada196 dan PMDN 3.406. Dominasinya memang masih di sektor tekstil. Untuk target tahun ini dari provinsi tetap Rp 2,11 triliun," beber Irma.
Menurut Irma, faktor yang membuat turunnya investasi di Kota Cimahi itu dikarenakan dampak ekonomi secara global. Sebab, pihaknya mendapati kondisi di lapangan adanya perusahaan-perusahaan yang terdampak sehingga enggan menanamkan modalnya di Kota Cimahi.
"Kalau saya melihatnya karena ekonomi secara global, kita kan mengandalkan industri sekarang. Di lapangan kita menemukan investor dari industri yang tutup," kata Irma.
Untuk rencana ke depan, lanjut Irma, pihaknya akan membuat kajian untuk menarik investor agar menanamkan modalnya di Kota Cimahi. Termasuk investasi di bidang pariwisata dimana saat ini sudah dikembangkan Ecowisata Cimenteng dan Teras Ciseupan.
Kemudian, pihaknya juga akan mencoba menarik investor untuk mengelola bangunan bekas pabrik untuk dijadikan kawasan perdagangan dan sebagainya.
"Rencananya tahun ini kita mau data dulu lahan-lahan pabrik yang tutup. Kita buat kajian semacam superblock, seperti kawasan perdagangan. Kita tawarkan siapa tau ada investor yang mengembangan kawasan tersebut," pungkas Irma.