Loading...

Peringatan Hari Pahlawan, Momentum Menghayati Perjuangan Pahlawan dengan Bekerja Tulus Ikhlas untuk Masyarakat

Rano Hardiana 11 November 2025 872 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI.- Upacara Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025 tingkat Kota Cimahi digelar dengan khidmat. Bukan sekadar peringatan, kegiatan tersebut menjadi momentum menghayati dan meresapi perjuangan para pahlawan yang telah gugur dan dimaknai dengan bekerja sepenuh hati dalam pelayanan masyarakat. 

"Kalau dibandingkan perjuangan para pahlawan, kita belum apa-apa. Pejuang dulu berjuang dengan bambu runcing, saat ini kita berjuang dengan bekerja tulus dan ikhlas membela masyarakat, melindungi masyarakat, mengayomi masyarakat, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Itulah bentuk penghargaan terhadap para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Selama kita berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan rakyat Indonesia, tentunya para pahlawan bisa tersenyum di surga-Nya," ujar Wali Kota Cimahi Ngatiyana.

Dia mengatakan, perjuangan para pejuang nyata adanya. "Kemerdekaan bukan dapat hadiah pemberian negara lain, tetapi ditempuh para pahlawan dengan air mata, darah, dan tenaga demi bangsa dan negara Republik Indonesia ini tetap berdiri," ucapnya.

Sebagai generasi penerus, lanjut Ngatiyana, kemerdekaan sebagai titipan amanah dari para pahlawan harus dijaga dan diisi dengan sebaik-baiknya. "Harus amanah bagaimana bekerja untuk kesejahteraan masyarakat dengan tulus dan ikhlas sebagai bentuk penghargaan, penghormatan terhadap para pahlawan. Kita harus merah putih, dibelah dada pun merah putih demi NKRI," tegasnya.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Pemkot Cimahi turut memberikan tali kasih kepada veteran Kota Cimahi. "Alhamdulillah, kami juga memberikan kado, door prize, sedikit penghargaan kepada para pahlawan khususnya veteran Kota Cimahi. Memberikan tidak seberapa sebenarnya, tetapi hanya agar para veteran itu bisa beraktivitas," sebutnya.

Apalagi, kondisi para veteran tidak lagi muda dan produktif. "Kalau melihat para veteran sudah sepuh-sepuh, ada yang kakinya sebelah, ya, itu adalah dari korban dari perjuangan. Dulu para veteran berjuang angkat senjata, Alhamdulillah masih masih hidup berkat Allah SWT. Oleh sebab itu, tanamkan jiwa kita seperti veteran sebagai jiwa pejuang dan merasakan pahitnya perjuangan, pahitnya di daerah operasi, apalagi para pahlawan dulu memperjuangkan kemerdekaan lebih pahit lagi. Tetapi, kadang orang-orang kurang menghargai terhadap perjuangan itu. Kita kembalikan jati diri kita untuk cinta terhadap para pahlawan kita," pungkasnya.**