CIMAHI - Ruang publik Kota Cimahi kini menampilkan wajah baru yang sarat makna sejarah. Pemerintah Kota Cimahi berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat menghadirkan monumen sistem pertahanan udara Rapier nonaktif di Bundaran Jati, Jalan Daeng Moh. Ardiwinata, Cimahi Utara, sebagai bagian dari penataan kota berbasis nilai historis, Rabu (21/1/2026).
Alutsista buatan Inggris dari era 1950-an tersebut ditempatkan bukan sekadar sebagai elemen visual, melainkan sebagai pengingat perjalanan Kota Cimahi yang sejak masa lalu berkembang berdampingan dengan aktivitas pendidikan dan pertahanan militer. Kehadirannya diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap sejarah kota sekaligus memperindah kawasan strategis tersebut.
Rapier yang kini menghiasi Bundaran Jati berstatus sebagai aset negara milik Angkatan Darat. Pemanfaatannya dilakukan melalui skema peminjaman dari Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) kepada Pemerintah Kota Cimahi, dengan ketentuan kepemilikan tetap berada di bawah institusi militer.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana memastikan bahwa seluruh tahapan peminjaman aset telah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. “Kita komunikasikan dengan TNI Angkatan Darat dan Alhamdulillah disetujui bahwa Rapier akan menghiasi taman-taman ini dengan monumen sejarah,” ujar Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, penempatan Rapier di ruang terbuka tidak boleh dimaknai sebagai simbol kekuatan militer. Ia menekankan bahwa langkah tersebut lebih bertujuan mengangkat narasi sejarah lokal. “Ini supaya ada sejarah dan masyarakat tahu bahwa dulu Cimahi adalah kota militer,” katanya.
Ngatiyana menambahkan, Rapier yang digunakan merupakan alutsista yang telah lama dinonaktifkan sehingga tidak memiliki fungsi tempur. Dengan kondisi tersebut, pemanfaatannya difokuskan untuk kepentingan edukasi dan estetika kota. Terkait perawatan, Pemerintah Kota Cimahi memegang peran utama dalam menjaga kondisi dan keamanan monumen. Pemerintah Kota Cimahi, Pussenarhanud, dan satuan Arhanud terus menjalin komunikasi untuk memastikan pemanfaatan alutsista berjalan sesuai kesepakatan.
Keberadaan Rapier di Bundaran Jati diharapkan dapat menjadi penanda visual yang menguatkan identitas Cimahi sebagai kota dengan sejarah pertahanan yang panjang. “Alutsista yang sudah tidak beroperasional dimanfaatkan untuk menjadi hiasan,” pungkas Ngatiyana.