Loading...

Disdik Kota Cimahi Minta Orang Tua Tak Resah Soal Daya Tampung di SPMB 2026

Riva Adam Puteri 22 Juni 2026 57 kali dilihat
Bagikan:
Disdik Kota Cimahi Minta Orang Tua Tak Resah Soal Daya Tampung di SPMB 2026

CIMAHI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi meminta orang tua tak resah dengan ketersediaan kursi sekolah di Kota Cimahi dalam menghadapi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pasalnya, daya tampung untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cimahi baik negeri dan swasta surplus untuk menerima lulusan SD tahun ini.

Kepala Disdik Kota Cimahi, Nana Suyatna mengatakan, daya tampung untuk jenjang SMP di Kota Cimahi mencapai 11.284 kursi, sementara jumlah kebutuhan calon murid baru berada di angka 10.523 peserta didik. Artinya, terdapat surplus bangku yang menjamin seluruh lulusan SD di Kota Cimahi mendapatkan akses pendidikan. 

"Kapasitas sekolah negeri, swasta, dan madrasah di Cimahi mampu mengakomodasi semua lulusan baru. Masyarakat tidak perlu cemas kehabisan kuota," ujar Nana, Senin (22/6/2026). 

Meskipun kuota bangku sekolah terbilang surplus, tantangan terbesar ada pada distribusi siswa agar tidak menumpuk di sekolah-sekolah tertentu yang dianggap favorit. Nana mengatakan, kualitas sekolah negeri dan swasta di Kota Cimahi sudah sangat baik.

Nana mengatakan, pendaftaran SPMB di Kota Cimahi yang sudah dibuka sama seperti tahun sebelumnya. Seperti jalur domisili yang dibuka 2-4 Juli secara online untuk jenjang SMP dan 22-24 Juni untuk jenjang SD. Jalur itu memprioritaskan siswa yang tinggal dekat dengan sekolah.

 Kemudian, lanjut Nana, jalur afirmasi, khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu, jalur Prestasi untuk mengapresiasi kemampuan akademik dan non-akademik siswa, serta jalur perpindahan tugas orang tua alias mutasi. Ketiga jalur pendaftaran SPMB itu dibuka 11-13 Juni 2026.

"Skema ini memberi kesempatan siswa masuk ke sekolah sesuai wilayah tempat tinggal maupun kondisi sosialnya, sehingga konsentrasi pendaftar tidak hanya terjadi di sekolah tertentu," ucap Nana.

Nana mengatakan, Wali Kota Cimahi Ngatiyana juga telah menginstruksikan agar informasi daya tampung disebarluaskan secara masif. Tujuannya agar orang tua murid tidak panik dan lebih terbuka untuk memilih sekolah lain yang kuotanya masih tersedia luas.

Disdik Cimahi menyadari bahwa beban pendidikan tidak bisa ditanggung oleh sekolah negeri sendirian. Oleh karena itu, optimalisasi peran sekolah swasta menjadi salah satu pilar penting penyeimbang sistem.

"Langkah ini sangat membantu pemerataan peserta didik antara sekolah negeri dan swasta, sekaligus memastikan faktor ekonomi tidak menjadi penghalang anak untuk bersekolah," pungkas Nana. (Bidang IKPS)**