Loading...

Hari Juang Kartika ke-69 Hadirkan Sejarah Ambarawa

Administrator 15 Desember 2014 2899 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI - Peringatan Hari Juang Kartika Ke-69 tahun 2014 tingkat Kodam III/Siliwangi di lapangan Brigif 15 Kujang II/Kodam III Siliwangi Jalan Terusan Sudirman Kota Cimahi, Senin (15/12/2014) dimeriahkan pementasan teaterikal drama kolosal Perjuang Ambarawa dan Bandung Lautan Api.

Teater itu memutar sejarah beberapa hari sebelum tanggal 15 Desember 1945, Jenderal Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor tentara keamanan rakyat (TKR) dan Laskar yang terdiri dari relawan rakyat. Keesokan harinya, pada dini hari serangan mulai dilancarkan.

Pembukaan serangan dimulai dari tembakan mitraliur terlebih dahulu, kemudian disusul oleh penembak-penembak karaben. Pertempuran berkobar di Ambarawa. Satu setengah jam kemudian, jalan raya Semarang-Ambarawa dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR.

Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit. Sang Leader Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik gelar supit urang, atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung.

Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya diputus sama sekali. Deru peluru berdesingan, bom dan suara ledakan juga bergema di Ambarawa. Setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang.

Acara yang diawali dengan upacara tersebut dipimpin oleh Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Lodewijk F. Paulus selaku inspektur upacara. Hadir pula dalam kegiatan upacara, Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Jabar, sejumlah pimpinan forum pimpinan daerah, para pimpinan dalam TNI, Polri, para tokoh masyarakat dan tentunya sekitar seribu personel TNI AD. Dalam amanatnya, inspektur upacara membacakan sambutan Kepala Staf TNI AD Gatot Nurmantyo.

Disampaikannya, momentum hari juang hendaknya dijadikan sebagai wahana introspeksi dan mawas diri terhadap pelaksanaan tugas yang dilakukan, sekaligus membulatkan tekad dalam mengoptimalkan pengabdian TNI AD ke depan.

"Keberhasilan dan prestasi TNI AD tidak terlepas peran dan kerja keras pimpinan TNI AD terdahulu dan para senior, serta pengabdian, dedikasi perjuangan dan pengorbanan sesepuh TNI AD," ujarnya. (HA)