CIMAHI - Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi memastikan di wilayahnya tidak terjadi kelangkaan elpiji 3 kg seperti yang dialami beberapa daerah lain.
Seperti diketahui, kenaikan harga jual gas elpiji 12 kg telah memicu sejumlah penggunanya bermigrasi menggunakan gas 3 kg atau 'gas melon'. Akibatnya, muncul kekhawatiran terjadinya kelangkaan si melon di lapangan.
Meski begitu, Kepala Diskopindagtan Kota Cimahi Huzein Rachmadi mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat, baik langsung maupun tidak mengenai adanya kelangkaan si 'melon' di lapangan.
"Baru hari ini kami mendapat laporan adanya kelangkaan di kelurahan utama. Tapi kami belum tahu kebenarannya karena sedang dilakukan investigasi. Semoga saja tidak ada kelangkaan," katanya, kepada wartawan, Selasa (13/1/2015).
Untuk memastikan ketersediaan si melon, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas. Termasuk menginstruksikan agar agen dan pangkalan tidak menjual tabung 3 kg kepada pemakai baru.
Dia berharap, gas elpiji 3 kg tidak digunakan oleh mereka yang bukan warga ekonomi rendah maupun usaha non-mikro karena itu merupakan gas bersubsidi.
"Elpiji 3 kg ini diperuntukan warga ttidak mampu dan pelaku usaha mikro yang memiliki modal awal dibawah Rp50 juta dengan omzet dibawah Rp300 juta per tahun," paparnya. (ha)