Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Cimahi menargetkan percepatan proses lelang proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang dan jasa di Kota Cimahi. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan bisa dilakukan tepat waktu tanpa mepet di akhir tahun sehingga bisa mempengaruhi kualitas pekerjaan.
Demikian diungkapkan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Kota Cimahi selaku Kepala ULP Kota Cimahi DS Nugrahawan, di kompleks Pemkot Cimahi Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu (21/1/2015).
"Kami targetkan sekitar Februari sudah mulai ada kegiatan lelang, karena itu kami harap dinas-dinas segera melakukan persiapan. Jangan sampai mepet di akhir tahun sehinggga berpengaruh pada kualitas pekerjaan," ujarnya.
Pada tahun anggaran 2014, sebanyak 163 paket lelang diajukan. Dari jumlah tersebut hanya terealisasi 149 paket dengan nilai Rp 88 miliar dari rencana Rp 97,5 miliar. "Ada efisiensi dari lelang yang dilakukan tanpa menurunkan kualitas," ucapnya.
Paket lelang terdiri dari pengadaan barang 35%, konstruksi sekitar 60%, jasa knsultasi 5%, dan jasa lainnya. Sebanyak 14 proyek gagal lelang dengan berbagai penyebab. Ada yang paketnya tidak diminati seperti rehab Mesjid Agung, barang tidak tersedia, hingga tidak bisa dikerjakan karena anggaran yang turun dari Bantuan Gubernur Jabar terlalu mepet akhir tahun sehingga waktu pengerjaan sangat sempit.(ha)