CIMAHI - Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskoperindagtan) Kota Cimahi berencana menggelar operasi pasar untuk menekan tingginya harga beras di sejumlah pasar tradisional dewasa ini.
Kepala Diskoperindagtan Kota Cimahi Huzein Rachmadi mengatakan, upaya untuk mengendalikan harga beras agar lebih rendah, pihaknya terus berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Jabar. Bulog sendiri, mempunyai stok beras dalam jumlah banyak dan bisa dijual ke pasaran dengan harga miring.
"Pelaksanaannya masih melihat situasi dan kondisi. Yang jelas kalau memungkinkan segalanya, kami tinggal mengusulkan kepada Bulog dan Disperindag Jabar," katanya, saat dihubungi pewarta, Rabu (25/2/2015).
Tidak dipungkirinya, meroketnya harga beras di sejumlah daerah, terjadi pula di wilayahnya. Hal itu ditandai dengan adanya keluhan warga mengenai tingginya harga beras saat ini terutama di pasar tradisional.
Selama ini, kebutuhan pangan bagi 600.000 jiwa warga Cimahi harus dipenuhi dari daerah lain yang surplus dalam hal produksi berasnya. Pasalnya, dari hasil produksi yang dihasilkan sawah sendiri tidaklah mencukupi mencapai 2.729 ton setiap tahunnya.
"Kami harus mendatangkan beras dari daerah lain yang menjadi penghasil beras untuk memenuhi konsumsi warga selama ini," paparnya (ha)