CIMAHI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menargetkan bisa
menemukan seluruh penderita Tuberkulosis (TBC) yang sejauh ini baru
didapatkan mencapai 467 orang dari jumlah yang ditargetkan sebanyak 625
orang.
Sekretaris Dinkes Cimahi, Fitriana
Manan menuturkan, sesuai prevalensi, dengan jumlah penduduk Cimahi yang
berjumlah sekitar 600 ribu jiwa, ditargetkan kasus penemuan masyarakat
yang terkena BTA (Bakteri Tahan Asam) 625 orang.
Jumlah
penderita TBC diperkirakan terus bertambah. Sebelumnya Indonesia berada
di peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah penderita TBC
terbanyak dan kini malah beranjak naik menjadi peringat kedua.
Agar
penyakit ini bisa dikendalikan pihaknya terus melakukan survei untuk
menemukan masyarakat yang terpapar mycobacterium tubercolusis atau BTA.
BTA ini hanya bisa diketahui jika diperiksa dahak.
"Pemerintah pusat sudah menetapkan pada 2050 mendatang Indonesia harus bebas TBC," katanya, kepada pewarta, Senin (29/2/2016).
Diakuinya,
dalam menemukan penderita penyakit tersebut tidaklah mudah. Karena
biasanya orang yang TBC tidak mudah ditemukan kecuali dilakukan
pemeriksaan terhadap dahak.
"Untuk mengetahui seseorang terjangkit TBC harus diperiksa dahak. Karena TBA akan diketahui lewat tes dahak," ujarnya.
Seluruh
puskesmas, pada dasarnya bisa melakukan tes dahak. Persoalanya,
penderita TBC tidak tuntas dalam pengobatannya yang seharusnya rutin
selama 6 bulan.
"Sayangnya masyarakat jarang
yang tuntas. Padahal jika tidak tuntas bakterinya bisa tambah kebal, dan
pengobatannya harus 2 tahun," ujarnya. (ha)