Loading...

Penderita TBC Harus Tes Dahak di Puskesmas

Administrator 01 Maret 2016 1830 kali dilihat
Bagikan:
Penderita TBC Harus Tes Dahak di Puskesmas
CIMAHI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menargetkan bisa menemukan seluruh penderita Tuberkulosis (TBC) yang sejauh ini baru didapatkan mencapai 467 orang dari jumlah yang ditargetkan sebanyak 625 orang.

Sekretaris Dinkes Cimahi, Fitriana Manan menuturkan, sesuai prevalensi, dengan jumlah penduduk Cimahi yang berjumlah sekitar 600 ribu jiwa, ditargetkan kasus penemuan masyarakat yang terkena BTA (Bakteri Tahan Asam) 625 orang.

Jumlah penderita TBC diperkirakan terus bertambah. Sebelumnya Indonesia berada di peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak dan kini malah beranjak naik menjadi peringat kedua.

Agar penyakit ini bisa dikendalikan pihaknya terus melakukan survei untuk menemukan masyarakat yang terpapar mycobacterium tubercolusis atau BTA. BTA ini hanya bisa diketahui jika diperiksa dahak.

"Pemerintah pusat sudah menetapkan pada 2050 mendatang Indonesia harus bebas TBC," katanya, kepada pewarta, Senin (29/2/2016).

Diakuinya, dalam menemukan penderita penyakit tersebut tidaklah mudah. Karena biasanya orang yang TBC tidak mudah ditemukan kecuali dilakukan pemeriksaan terhadap dahak.

"Untuk mengetahui seseorang terjangkit TBC harus diperiksa dahak. Karena TBA akan diketahui lewat tes dahak," ujarnya.

Seluruh puskesmas, pada dasarnya bisa melakukan tes dahak. Persoalanya, penderita TBC tidak tuntas dalam pengobatannya yang seharusnya rutin selama 6 bulan.

"Sayangnya masyarakat jarang yang tuntas. Padahal jika tidak tuntas bakterinya bisa tambah kebal, dan pengobatannya harus 2 tahun," ujarnya. (ha)