CIMAHI.-Pemerintah
Kota (Pemkot) Cimahi terus mendorong sinergitas dengan seluruh jajaran
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi dalam
penanganan corona virus disease (covid-19). Hal ini untuk menciptakan
kondisi Kota Cimahi yang tertib, aman dan nyaman.
"Hal
terpenting agar Cimahi kondusif, aman dan nyaman khususnya selama
pandemi Covid-19 maka harus perkuat silaturahmi dan sinergitas dengan
seluruh pihak terkait, termasuk jajaran Forkopimda," ujar Wali Kota
Cimahi Ajay M. Priatna pada acara Silaturahmi Forkopimda Kota Cimahi dan
Kabupaten Bandung Barat bersama para pengusaha, pemilik obyek wisata
dan restoran sekaligus Sosialisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Gedung Cimahi Technopark,
Rabu (26/8/2020). Turut hadir pada acara tersebut Bupati Bandung Barat,
Ketua DPRD Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, Kapolres Cimahi,
Dandim 0609, Ketua Pengadilan Negeri Bale Bandung dan Kepala Kejaksaan
Negeri Cimahi.
Menurut walikota, semua pihak perlu
menyadari bahwa pandemi covid-19 masih berlangsung. "Mengingatkan bahwa
pandemi masih ada, harus kolaborasi antara ekonomi yang harus jalan dan
protokol kesehatan wajib," katanya.
Pihaknya kerap
berkoordinasi dengan daerah di Bandung Raya dalam penanganan Covid-19.
"Bandung Raya ini satu hamparan. Koordinasi dengan daerah tetangga perlu
dilakukan, tidak bisa penanganan covid parsial tapi harus saling
kerjasama," tuturnya.
Khusus kepada para pemilik
obyek wisata dan usaha restoran di Kota Cimahi, Ajay menekankan
pentingnya penerapan protocol kesehatan saat Adaptasi Kebiasaan Baru
(AKB) di tengah pandemi Covid-19. Pemkot Cimahi terus melakukan
pengawasan terkait penerapan skema protokol kesehatan di lokasi usaha
dan restoran yang ada di Kota Cimahi. Mulai dari menyiapkan tempat cuci
tangan dan hand sanitizer, mengatur jarak, mengimbau agar pengunjung
memakai masker, pelayanan di tempat makan wajib menggunakan face shield
dan wajib bermasker dan menjaga kebersihan.
“Kami
akan terus evaluasi penerapan protokol kesehatan di sejumlah lokasi
wisata dan restoran selama AKB. Diawali dengan sosialisasi dan himbauan
secara persuasif, kalau masih membandel kami akan tutup tempatnya,”
tegasnya.***