Loading...

Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Sekolah Lewat Sosialisasi Sekolah-Madrasah Aman Bencana

Adhy Rahadhyan S.I.Kom 16 November 2023 3138 kali dilihat
Bagikan:
NotFound
CIMAHI.- Guna meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana, Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (S/MAB) di Kota Cimahi Tahun 2023. Kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Sekolah/Madrasah sebagai hal penting di daerah berpotensi bencana alam.

Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 11 Kota Cimahi, 14-16 November 2023. Sebagai peserta yaitu 100 orang perwakilan Siswa dan Guru SMPN 8 dan SMPN 11 Kota Cimahi, Komite Sekolah, Unsur Kelurahan Leuwigajah dan Cipageran, Unsur Puskesmas Leuwigajah dan Cipageran, Unsur FPRB Kelurahan Leuwigajah dan Cipageran, Relawan Bencana Leuwigajah dan Cipageran dan Ketua RW 09 Kelurahan Leuwigajah serta Ketua RW 12 Kelurahan Cipageran. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi Yanuar Taufik mengatakan, program S/MAB menjadi upaya melindungi warga sekolah dari potensi bencana.

"Penerapan Sekolah Aman Bencana ini menjadi sarana bagi guru dan siswa untuk belajar tentang lingkungannya. Serta menjadi agen informasi kewaspadaan bencana kepada keluarga dan warga sekitar," ujarnya.

Menurut Yanuar, program tersebut harus digelar berkesinambungan baik mandiri oleh sekolah maupun  pendampingan lembaga lain.  "Lewat kegiatan ini dapat meningkatkan literasi bencana sehingga tercipta budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan," katanya.

Pemerintah berkewajiban untuk menyediakan sekolah yang aman bagi para siswa dan warga sekolah lainnya. Selain peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan warga sekolah terkait kebencanaan, keamanan sekolah pun harus diperhatikan.

"Pihak sekolah harus memastikan keamanan satuan pendidikan dengan melakukan koordinasi pada instansi terkait untuk tetap memastikan keamanan dari aspek lokasi, struktur bangunan, desain, penataan kelas dan dukungan sarana dan prasarana untuk mendukung Sekolah Aman Bencana," imbuhnya.

Yanuar berharap melalui penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana dapat menerapkan standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.  "Diharapkan penerapan Sekolah Aman Bencana dapat ditingkatkan dan diimplementasikan sebagai upaya mitigasi kejadian bencana," tuturnya.

Kepala BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan Fitriawan menambahkan, pihaknya menargetkan program S/MAB dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana alam. 

"Terutama untuk membangun budaya siaga, budaya aman dan budaya pengurangan risiko bencana di sekolah agar mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana," ujarnya.

Hadir sebagai narasumber kegiatan ini Budi Budiman Wahyu ST., M.T Penata Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Andri kurniawan Seknas SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana), Anshari Hanief Mizan Alamiri dari komunitas Retak, dan Panji Lawanu dari FPRB Kota Cimahi.**