Loading...

Cimahi Gelar Operasi Pasar Murah Bersubsidi, Ringankan Beban Warga Jelang Idul Adha

Rano Hardiana 03 Juni 2025 1188 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat menggelar Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) jelang Idul Adha 1446 Hijriah, di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa (03/06), sebagai langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha.

Sebanyak 537 paket sembako disediakan dalam kegiatan OPADI jelang Idul Adha ini. Setiap paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg, dan tepung terigu 1 kg. Harga pasar total senilai Rp145.100 telah disubsidi sebesar Rp72.100 sehingga warga hanya perlu membayar membayar Rp73.000.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyatakan bahwa OPADI adalah wujud kehadiran pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. “Ini bentuk kepedulian pemerintah agar warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok di tengah naiknya harga menjelang hari raya,” ujarnya.

Distribusi paket dilakukan melalui sistem pemesanan (by order) dengan melibatkan jajaran kelurahan dan pengurus RW, agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran. Warga penerima diprioritaskan adalah mereka yang tergolong dalam kategori ekstrem miskin atau rumah tangga rentan.

Senada dengan Ngatiyana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Julius Tiani, menambahkan bahwa OPADI digelar rutin setiap menjelang hari besar keagamaan nasional, dengan lokasi dan jumlah paket yang disesuaikan berdasarkan pemetaan wilayah rentan dan kantong kemiskinan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan analisis mulai dari updating data kenaikan harga, preferensi terhadap distribusi per wilayah, hingga kondisi masyarakat dimana kantong-kantong kemiskinan yang perlu membutuhkan injeksi operasi pasar ini berada. Nining juga menegaskan analisis tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran.

“Kami sudah melakukan pendataan dulu walaupun nanti ini bebas siapa yang ingin membeli, tapi kita prioritaskan bagi kemudian masyarakat dan membutuhkan kita prioritaskan yang membutuhkan, yang rentan miskin,” pungkasnya.***