Loading...

Wakil Wali Kota Cimahi Ikut Cek Kesiapan Pasukan hingga Pemusnahan Jelang Lebaran

Riva Adam Puteri 12 Maret 2026 50 kali dilihat
Bagikan:
Wakil Wali Kota Cimahi Ikut Cek Kesiapan Pasukan hingga Pemusnahan Jelang Lebaran

CIMAHI - Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menghadiri apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Mapolres Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kota Cimahi pada Kamis (12/3/2026) dalam rangka mengecek kesiapan untuk menghadapi pelaksanaan mudik lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Selain apel pasukan, Adhitia juga turut menyaksikan dan ikut melakukan pemusnahan minuman keras (miras), knalpot brong, berbagai barang bukti tindak pidana seperti ganja dan sabu-sabu bersama Kapolres Cimahi AKBP Niko  Nurallah Adi Putra, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan unsur Forkipimda di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan lebih dari 600 personel Polri diterjunkan untuk mengawal dan mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2026 di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat (KBB) serta Margaasih. Mereka akan bertugas selam masa Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang berlangsung 13-25 Maret 2026.

"Ini adalah bentuk kesiapan kita untuk menerima atau menghadapi kegiatan libur lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Jumlah personel 667 yang tersebar, yang mana pelaksanaan kegiatan kurang lebih selama 13 hari," kata Niko.

Sebanyak 12 pos juga sudah didirikan di wilyaha hukum Polres Cimahi untuk memberikan pelayanan kepada pemudik. Pemkot Cimahi juga sudah mendirikan pos di sepanjang jalur mudik lebaran tahun ini. Sebab, Cimahi diketahui merupakan jalur lintasan pemudik yang mengarah dari Barat ke Timur.

Seperti pemudik yang menggunakan jalur arteri dari Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Kota Cimahi. Kemudian dari arah Karawang-Purwakarta-Cikalongwetan-Padalarang via Jalan Raya Purwakarta serta dari arah Subang via Lembang menuju Kota Cimahi-Bandung hingga wilayah Priangan seperti Garut, Tasik dan sebagainya.

"Itu adalah jalur-jalur yang tentunya harus kita amankan. Semata-mata kami lakukan untuk bisa memberikan rasa aman kepada pemudik-pemudik. Kami tentunya bekerjasama dengan stakeholder terkait dari pemerintah daerah," ujar Niko.

Polisi memprediksi arus pemudik yang menuju dan melintasi wilayah hukum Polres Cimahi mulai terjadi pada 14 dan 15 Maret 2026 karena sudah diberlakukannya penerapan work from anywhere (WFA) dan gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026 yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi.

"Mudik awal dari fase pertama adalah besok. Mengingat Senin dan Selasa itu sudah diberlakukannya WFA sebagian besar 80 persen untuk wirausaha yang di Jakarta, sehingga paling tidak kami sudah menerima fase pertama gelombang dari mudik itu dari mulai Jumat sore atau mungkin Sabtu pagi," kata Niko.

Polisi juga sudah memetakan jalur-jalur yang dinilai masuk zona merah kemacetan sehingga dibutuhkan perhatian khusus berdasarkan hasil evaluasi mudik tahun 2025. Yakni di kawasan Pasar Tagog Apu, Simpang Cimareme dan Simpang Beatrik.

"Itu tiga trouble spot yang perlu konsentrasi. Untuk wilayah Cimahi, tentunya yang tadi disampaikan beberapa trouble spotnya yaitu lebih kepada bukan pasar tumpah tapi pasar kaget," kata Niko. (Bidang IKPS)**