Loading...

Lebih Dari 100 Kasus Bencana Terjadi di Kota Cimahi Sepanjang 2025, Mitigasi Bencana Perlu Berkelanjutan

Rano Hardiana 12 Januari 2026 347 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI.- Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menyebut, Kota Cimahi memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 100 kejadian bencana terjadi di wilayah Kota Cimahi terutama didominasi bencana hidrometeorologi. 

"Kami memimpin Kota Cimahi dalam kondisi potensi bencana yang cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025 saja, kurang lebih terjadi sekitar 120 kejadian bencana, dan mayoritas merupakan bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Adhitia menjelaskan, Kota Cimahi merupakan kota dengan luas wilayah yang terbatas namun dihuni oleh lebih dari 600 ribu jiwa yang tersebar di tiga kecamatan dan 15 kelurahan. Tingkat kepadatan penduduk tersebut mencapai sekitar 14 ribu jiwa per kilometer persegi, sehingga berdampak pada menurunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan. 

"Ketika alam sudah tidak seimbang, maka kita harus siap bahwa bencana berpotensi datang," ungkapnya. 

Menurut Adhitia, penanggulangan bencana tidak lagi dapat berfokus pada penanganan saat kejadian semata. "Melainkan harus diperkuat melalui upaya mitigasi yang berkelanjutan," sebutnya.

Kota Cimahi sudah menetapkan status siaga bencana geo-hidrometeorologi berlaku sejak September 2025-Februari 2026. Dengan status tersebut, kesiapsiagaan personil hingga peralatan ditingkatkan.

"Semua aspek lebih sigap dari keadaan biasa, termasuk armada, logistik, hingga personil siap bergerak untuk penanggulangan bencana. Ada juga sejumlah komunitas relawan masyarakat yang kita bina untuk terlibat dalam penanggulangan kejadian bencana," ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan.

BPBD Kota Cimahi turut mendorong kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. "Yang paling penting adalah siaga masyarakat dan kesiapan antisipasi akan potensi bencana di wilayah masing-masing," tuturnya.**