CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi memperingati Hari Kartini dengan menggelar upacara di Lapangan Apel Kantor Pemkot Cimahi, Selasa (21/04). Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan serta mendorong kesetaraan di berbagai bidang.
Selain upacara, rangkaian peringatan juga diisi dengan seminar perempuan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cimahi. Seminar yang berlangsung di Aula Gedung A tersebut dihadiri sedikitnya 42 organisasi perempuan dan menghadirkan narasumber Lita Nurhidayah.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Menurutnya, semangat perjuangan R.A. Kartini perlu diterjemahkan dalam bentuk kontribusi nyata perempuan di berbagai sektor kehidupan.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama. Peran perempuan hari ini sangat menentukan dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Ngatiyana menilai perempuan memiliki posisi strategis sebagai fondasi dalam membangun karakter generasi masa depan. Ia menyebut peran perempuan di lingkungan keluarga menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing dan berintegritas.
“Perempuan adalah fondasi dalam membangun karakter anak. Dari keluarga, lahir generasi yang akan menentukan masa depan bangsa,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Menurutnya, setiap upaya yang dilakukan untuk memperkuat peran perempuan akan memberikan dampak berlipat bagi masyarakat.
“Setiap satu upaya pemberdayaan dan perlindungan, dampaknya bisa berlipat ganda. Ini menjadi investasi penting karena perempuan berperan besar dalam menjaga ketahanan keluarga dan sosial,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko sosial dan bencana, yang membutuhkan keterlibatan aktif di tingkat komunitas.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, menambahkan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai penggerak keluarga, tetapi juga sumber inspirasi dalam membangun karakter anak, "Perempuan ini bisa menjadi sumber inspirasi, lalu kemudian menjadi madrasah utama di keluarga, sehingga pendidikan karakter anak itu betul-betul dibangun dari figur seorang ibu," tandasnya. (Bidang IKPS)***