CIMAHI - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyebutkan Car Free Day (CFD) akan dirutinkan karena terbukti efektif dalam menekan emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara perkotaan secara signifikan.
CFD di Kota Cimahi perdana di gelar pada Minggu (14/6/2026) di kawasan Alun-alun Cimahi dari mulai Jalan Kaum-Jalan Djulaeha Karmit-Jalan Alun-alun Barat-Jalan Ria. Ngatiyana menekankan, CFD bukan hanya sekedar hari bebas kendaraan, tapi upaya membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat dan lingkungan kota yang lebih baik.
"Ini adalah bagian dari ikhtiar kita menekan emisi gas buang, meningkatkan kualitas udara, dan membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat," kata Ngatiyana, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, kota yang maju tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakatnya. "Kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki infrastruktur baik, tetapi juga kota yang warganya sehat, aktif, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan," ucap Ngatiyana.
Selain untuk menekan polusi udara, CFD juga akan berdampak terhadap perekonomian warga Kota Cimahi. Sebab, lokasi CFD juga melibatkan beragam produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Kota Cimahi.
"Kami ingin Car Free Day menjadi ruang publik yang hidup, menjadi wadah olahraga, edukasi, kreativitas, serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM," ucap dia.
Ngatiyana juga menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi hari. Ia menilai CFD menjadi ruang hiburan sehat sekaligus momentum memperkuat kebersamaan warga Kota Cimahi.
"Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Kegiatan ini menjadi bagian dalam menyambut HUT ke-25 Kota Cimahi. Kami berharap Car Free Day ini bisa terus berjalan dan Cimahi ke depan menjadi lebih baik, lebih maju, dan semakin sehat masyarakatnya," kata Ngatiyana.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebidayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpor) Kota Cimahi Dani Bastiani mengatakan, pelaksanaan Car Free Day merupakan langkah strategis untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat sekaligus mendukung gerakan hidup sehat.
"Car Free Day menjadi ruang publik strategis untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat, mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), menekan risiko penyakit tidak menular, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial dan penguatan kohesi sosial perkotaan," ujarnya. (Bidang IKPS)**