Loading...

Kekerasan Perempuan dan Anak Jadi Sorotan, PKK Cimahi Ajak Kader Bergerak dari Lingkungan Terkecil

Riva Adam Puteri 30 Juli 2026 220 kali dilihat
Bagikan:
Kekerasan Perempuan dan Anak Jadi Sorotan, PKK Cimahi Ajak Kader Bergerak dari Lingkungan Terkecil

CIMAHI - Upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi formal, tetapi juga dengan pendekatan edukatif yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Salah satunya melalui Lomba Pidato Tingkat Kota Cimahi yang mengangkat tema Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung B Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (30/7/2026). 

Lomba pidato ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga wadah memperkuat peran kader PKK sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Selain itu, lomba yang diikuti oleh 14 Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan se-Kota Cimahi ini diselenggarakan  untuk meningkatkan kemampuan public speaking, membangun rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta melatih peserta menyampaikan gagasan secara sistematis dan meyakinkan. Kegiatan juga menjadi implementasi program kerja TP PKK Kota Cimahi Tahun 2026 sekaligus tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional X PKK Tahun 2025.

Ketua TP PKK Kota Cimahi, Midjiati Ningsih Ngatiyana, mengatakan kemampuan komunikasi menjadi bekal penting bagi kader PKK dalam menyampaikan program-program pemberdayaan keluarga hingga tingkat dasa wisma. Menurutnya, pesan-pesan tentang perlindungan perempuan dan anak harus disampaikan secara persuasif agar mampu membangun kesadaran masyarakat.

"Lewat kemampuan public speaking yang baik, kader PKK dapat menyampaikan edukasi, gagasan, dan solusi kepada masyarakat sehingga berbagai program pemberdayaan keluarga dapat diterapkan secara optimal di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Midjiati menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi menunjukkan bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui edukasi yang dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ia menjelaskan, kekerasan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketimpangan gender, rendahnya literasi hukum, tekanan ekonomi, penyalahgunaan teknologi digital, hingga persoalan psikologis dalam keluarga. Karena itu, kader PKK diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam memberikan penyuluhan sekaligus mendeteksi dini potensi kekerasan di lingkungan tempat tinggalnya.

"Kami berharap kader dasa wisma lebih peka terhadap kondisi keluarga binaannya. Jika ditemukan indikasi kekerasan atau persoalan sosial, segera lakukan pendekatan dan koordinasi dengan pihak terkait agar penanganannya bisa dilakukan sejak dini," katanya.

Setelah melalui penilaian dewan juri, Fidelia Mifta dari Kelurahan Setiamanah berhasil meraih Juara I, disusul Sarah Rahmawati dari Kelurahan Cibabat sebagai Juara II, dan Fauziah R dari Kelurahan Pasirkaliki sebagai Juara III.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Cimahi berharap lahir kader-kader yang tidak hanya terampil berbicara di depan publik, tetapi juga mampu menjadi penggerak edukasi dalam membangun lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Bidang IKPS)***